Rabu, 16 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Bank Indonesia Pertahankan BI Rate Agustus 2026 di Level 5,75 Persen, Di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate Agustus 2026 di Level 5,75 Persen, Di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate Agustus 2026 di Level 5,75 Persen, Di Tengah Tantangan Ekonomi Global
Poin Penting:
  • Bank Indonesia mempertahankan BI Rate Agustus 2026 di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi.
  • Inflasi diprediksi berada di kisaran 4,5 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya 3 persen.
  • PDB Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026 meski mengalami pelambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) mengambil keputusan penting dengan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen untuk bulan Agustus 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18-19 Agustus dan disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi, baik global maupun domestik. Dalam situasi ketidakpastian yang diakibatkan oleh gejolak yang terjadi di berbagai belahan dunia, BI menilai pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Gubernur Sementara Bank Indonesia, Desri Damayanti, menyatakan bahwa keputusan ini sejatinya selaras dengan upaya untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan. Inflasi diperkirakan akan terus dipantau, dengan target pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen hingga tahun 2026 dan 2027. Selain itu, suku bunga deposit facility tetap dipertahankan di angka 4,75 persen, sedangkan lending facility di angka 6,5 persen untuk mendukung likuiditas perbankan.

Dalam analisisnya, Desri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diprediksi berada di angka 3 persen, sementara inflasi global diprediksi mencapai 4,5 persen. Hal ini menunjukkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,29 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, meskipun mengalami sedikit pelambatan dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 5,61 persen.

Secara keseluruhan, langkah BI yang tetap fokus pada stabilitas di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif mencerminkan komitmen untuk melindungi perekonomian nasional. Masyarakat Blitar diharapkan tetap optimis menghadapi tantangan ini, dengan dukungan yang kuat dari kebijakan moneter yang prudent serta upaya pemerintah untuk membangun fondasi ekonomi yang kokoh di masa mendatang.