Senin, 05 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Hukum & Kriminal › Pengusaha Perikanan Blitar Hati-hati, Modus Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Terungkap

Pengusaha Perikanan Blitar Hati-hati, Modus Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Terungkap

Pengusaha Perikanan Blitar Hati-hati, Modus Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Terungkap
Poin Penting:
  • Seorang pengusaha perikanan di Blitar hampir menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.
  • Oknum pelaku menggunakan nama Asisten II Pemkab Blitar untuk menawarkan kerjasama yang tidak jelas.
  • Penasihat hukum mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan semacam ini.

Di Kabupaten Blitar, dunia usaha perikanan kembali dikejutkan oleh sebuah kasus penipuan yang melibatkan oknum mengatasnamakan pejabat pemerintah. Seorang pengusaha perikanan lokal hampir saja menjadi korban dari penipuan ini, yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai Asisten II Pemkab Blitar. Melalui komunikasi yang dimulai dengan tawaran kerjasama program pemerintah, pelaku mencoba meyakinkan pengusaha dengan skema-skema menarik yang berpotensi merugikan.

Modus operandi penipuan ini dimulai ketika oknum tersebut memberikan nomor telepon yang mengklaim sebagai Bupati Blitar. Dengan berani, pihak yang mengangkat telepon menjelaskan adanya berbagai program pemerintah di sektor perikanan dan mendorong pengusaha tersebut untuk melakukan kerjasama. Dalam tawaran tersebut, disampaikan bahwa hasil budidaya perikanan akan dibeli pemerintah dengan harga pasar, dan kerjasama ini rencananya akan dituangkan dalam kontrak selama dua tahun.

Namun, berkat kewaspadaan dan konsultasi yang dilakukan pengusaha dengan penasihat hukumnya, upaya penipuan ini berhasil digagalkan. Penasihat hukum pengusaha, Mohammad Trijanto, menekankan bahwa modus penipuan seperti ini seharusnya menjadi pelajaran berharga. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu skeptis terhadap tawaran yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan, dan mengingatkan bahwa pelaku sering kali memanfaatkan citra pejabat untuk membangun kepercayaan.

Dengan maraknya penipuan semacam ini, kritik terhadap sistem pengawasan dan pengawasan terhadap penyalahgunaan nama pejabat pemerintah pun kembali mengemuka. Para pelaku penipuan memanfaatkan ketidakpahaman pengusaha baru dan kerentanan psikologis mereka. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya pengusaha di Kabupaten Blitar, untuk tetap waspada dan menghadapi setiap tawaran yang mencurigakan dengan kehati-hatian yang ekstra.