Minggu, 04 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Hukum & Kriminal › Tragedi di Wlingi: Remaja Perempuan Menjadi Korban Kejahatan Seksual Usai Pesta Miras

Tragedi di Wlingi: Remaja Perempuan Menjadi Korban Kejahatan Seksual Usai Pesta Miras

Tragedi di Wlingi: Remaja Perempuan Menjadi Korban Kejahatan Seksual Usai Pesta Miras
Poin Penting:
  • Seorang remaja menjadi korban kejahatan seksual oleh dua pemuda di Blitar.
  • Kejadian terjadi setelah pesta miras di sebuah rumah kos di Kecamatan Wlingi.
  • Kepolisian sedang mengusut tuntas kasus ini untuk mencegah kejadian serupa.

Kota Blitar dikejutkan oleh insiden tragis yang melibatkan seorang remaja perempuan berusia 17 tahun berinisial RA, yang menjadi korban kejahatan seksual oleh dua pemuda berinisial R (20) dan D (26). Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 1 Oktober 2023, di sebuah rumah kos sewaan harian di Kecamatan Wlingi. Menurut informasi yang dihimpun dari aparat kepolisian, kedua terduga pelaku, yang juga merupakan teman dari korban, kini telah ditangkap oleh Satreskrim Polres Blitar dan sedang diperiksa oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Syaiful Muheni, kejadian ini bermula dari kesepakatan antara korban dan pelaku R untuk bertemu dan jalan-jalan pada malam sebelumnya. R dan RA kemudian bertemu di rumah korban dan selanjutnya mereka bersama D, berboncengan sepeda motor menuju kawasan Selopuro, tempat tinggal D. Di tengah perjalanan, keduanya berhenti untuk membeli minuman keras, yang menjadi pemicu terjadinya tindakan kriminal ini.

Setelah tiba di rumah kos di Wlingi, ketiganya memulai pesta miras. RA, yang tidak mengonsumsi alkohol, hanya duduk dan bermain ponsel. Namun, tak lama setelah itu, kedua pelaku yang dalam keadaan terpengaruh oleh alkohol memaksa RA dan melakukan tindakan bejat tersebut secara bergantian. Kejadian ini tentu saja menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, yang kini semakin khawatir akan keselamatan anak-anak dan remaja di lingkungan mereka.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh jaringan dan kemungkinan pengaruh lain yang terlibat dalam peristiwa ini. Kasus ini menjadi pengingat tentang pentingnya perlindungan terhadap anak dan remaja dari segala bentuk kejahatan, dan diharapkan pihak berwenang dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.