Minggu, 04 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Hukum & Kriminal › Kecelakaan Mengenaskan: Dua Warga Binangun Terluka Parah karena Limbah Pabrik Gula

Kecelakaan Mengenaskan: Dua Warga Binangun Terluka Parah karena Limbah Pabrik Gula

Kecelakaan Mengenaskan: Dua Warga Binangun Terluka Parah karena Limbah Pabrik Gula
Poin Penting:
  • Dua warga Desa Binangun mengalami luka bakar setelah terperosok ke dalam limbah pabrik gula.
  • Kondisi limbah yang masih panas menjadi perhatian serius usai insiden ini.
  • Kejadian ini mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan keselamatan terkait limbah pabrik di lingkungan mereka.

Dua warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Binangun, mengalami insiden tragis ketika terperosok ke limbah pabrik gula yang diduga berasal dari PT Rejoso Manis Indo (RMI) pada Rabu, 30 September. Kedua korban, Maryani (58) dan Gianto (42), kini tengah dirawat intensif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingipada. Salah satu dari mereka bahkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Syaifuk Anwar di Malang akibat luka bakar serius yang dialaminya.

Kejadian bermula ketika Pak Gianto menuju ladang tebu miliknya untuk membakar sisa panen. Tanpa disadari, langkahnya menginjak limbah padat yang biasa dikenal sebagai blothong, yang menyimpan suhu tinggi. Sontak, Gianto berteriak kesakitan, menarik perhatian warga sekitar. Maryani yang berusaha menolong justru terjatuh ke dalam limbah yang sama, menyebabkan keduanya mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuh.

Agus Adityawati, adik Maryani, memberikan penjelasan mengenai bahayanya limbah pabrik yang sering dibuang oleh PG RMI. Meski limbah tersebut sudah seizin warga dan biasanya ditimbunkan untuk mengurangi suhu, saat insiden ini, kondisi limbah dalam keadaan berbahaya karena masih menyimpan panas. Ini tidak jarang menimbulkan kecelakaan, seperti yang pernah dialami seorang perempuan sebelumnya, yang meskipun tidak separah, menjadi peringatan bagi masyarakat akan potensi bahaya.

Kini, masyarakat Kalwungu dihadapkan pada dilema serius mengenai keselamatan dan kesehatan, mempertanyakan pengelolaan limbah pabrik yang seharusnya mengedepankan aspek keselamatan bagi warga sekitar. Kondisi Maryani dan Gianto yang kritis ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya lingkungan yang ada di sekitar mereka.