- Karis memulai usaha budidaya ikan koi dari seorang buruh serabutan pada tahun 2008.
- Raja Brantas Koi Farm kini menjadi pemasok ikan koi yang dikenal di seluruh Indonesia.
- Karis mengedepankan nilai syukur dan ketekunan dalam perjalanan usahanya.
Di tengah gemerlapnya warna-warni ikan koi yang menghiasi kolam para penghobi di seluruh Indonesia, terdapat kisah inspiratif dari seorang peternak lokal bernama Karis. Pria yang berasal dari Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini telah membangun usahanya, Raja Brantas Koi Farm, sejak tahun 2008. Perjalanan panjangnya dimulai dari seorang buruh serabutan dengan kondisi ekonomi yang terbatas, hingga ia kini sukses menjadi salah satu pemasok ikan koi terpercaya di berbagai daerah di tanah air.
Karis, yang awalnya tidak memiliki latar belakang peternakan, mengaku ketertarikan terhadap ikan koi muncul setelah melihat sang kakak memelihara ikan hias tersebut. Rasa penasaran dan ingin belajar mendorong dirinya untuk mencoba membudidayakan ikan koi. Ia berusaha keras menghadapi berbagai tantangan termasuk keterbatasan modal dan ketidakstabilan pasar. Namun, dengan kegigihan, dedikasi, dan dukungan dari keluarga serta komunitas, ia mampu mengembangkan Raja Brantas Koi Farm menjadi usaha yang kini dikenal luas.
Dalam menghadapi kesulitan, Karis selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, syukur, dan ketekunan. "Kalau menurut saya yang penting menerima apa adanya, jangan banyak mengeluh, selalu bersyukur, dan jangan meninggalkan ibadah," tuturnya saat menggambarkan filosofi hidup yang membimbing langkahnya. Sejak merintis usaha ini, ia tidak hanya sekadar menjual ikan koi, tetapi juga ingin mengedukasi masyarakat tentang cara memelihara ikan yang baik dan benar. Karis berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi peternakan ikan di wilayah Blitar serta menginspirasi generasi muda untuk berwirausaha.