- Program Makan Bergizi Gratis dihentikan selama libur sekolah, memengaruhi operasional 129 dapur SPPG.
- Sekitar 6.000 relawan dirumahkan tanpa gaji akibat penghentian layanan ini.
- Dapur SPPG diharapkan dapat beroperasi kembali pada 13 Juli 2026.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini mengalami penghentian sementara. Berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026, penyaluran MBG dihentikan selama masa libur sekolah yang diperkirakan berlangsung selama tiga minggu. Ini termasuk penyaluran makanan yang sangat vital bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Sabrina Mahardika, Koordinator BGN untuk Wilayah Tulungagung, mengungkapkan bahwa keputusan ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekitar 6.000 relawan yang tergabung dalam program ini. Banyak dari mereka yang bekerja di 129 dapur SPPG kini harus dirumahkan dan tidak akan menerima gaji selama periode ini. Ini tentunya menambah beban ekonomi para relawan dan keluarga mereka, terutama di tengah masa yang penuh tantangan ini.
Dampak dari penghentian ini tidak hanya dirasakan pada aspek ekonomi, namun juga kesehatan. Sebagai daerah dengan titel sebagai tempat yang berkomitmen pada kesehatan gizi masyarakat, kekosongan pasokan makanan bergizi bagi ibu dan anak tentunya menjadi perhatian serius. Masyarakat berharap agar dapur SPPG dapat kembali beroperasi dengan baik setelah libur sekolah berakhir pada hari Senin, 13 Juli 2026, sehingga kebutuhan gizi penduduk, khususnya yang paling rentan, dapat segera terpenuhi kembali.
Dengan kembalinya operasional dapur, ada harapan baru bagi para relawan dan masyarakat Blitar dan sekitarnya. Penjagaan gizi masyarakat melalui program ini sangat diperlukan agar generasi mendatang tetap sehat dan kuat sekaligus menciptakan ekosistem dukungan yang berkelanjutan.