- Pemkot Blitar berupaya mengisi kuota Sekolah Rakyat yang baru terisi 100 dari 270 siswa.
- Wali Kota Syauqul Muhibbin mengajak masyarakat untuk segera mengonfirmasi partisipasi sebelum 31 Juli.
- Proses penjaringan awal melibatkan 7.000 warga yang membutuhkan, disaring menjadi 1.200, dan diringkas menjadi 600 calon peserta.
Pemerintah Kota Blitar saat ini tengah berupaya keras untuk mengisi kuota peserta didik di Sekolah Rakyat (SR), sebuah inisiatif yang diharapkan dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga saat ini, dari total daya tampung 270 siswa, hanya 100 calon peserta yang telah mengonfirmasi kesediaan mereka untuk mengikuti program pendidikan ini. Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dimulai pada akhir Juli, Pemkot Blitar menggencarkan pendekatan kepada orang tua untuk memastikan seluruh kuota dapat terpenuhi.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam program ini. Ia mengajak warga yang telah terdaftar untuk segera memberikan konfirmasi sebelum batas akhir yang ditetapkan, yaitu 31 Juli 2023. Menurutnya, keberhasilan pemenuhan kuota Sekolah Rakyat sangat bergantung pada respons masyarakat yang menjadi sasaran program ini. Oleh karena itu, sosialisasi dan komunikasi langsung dengan keluarga calon peserta didik menjadi langkah utama dalam mendorong mereka berpartisipasi.
Proses penjaringan peserta Sekolah Rakyat dilakukan melalui serangkaian tahapan strategis. Awalnya, pemerintah mengidentifikasi sekitar 7.000 warga dari kelompok masyarakat dengan garis kemiskinan terendah sebagai target utama program ini. Selanjutnya, proses seleksi mengurangi jumlah tersebut menjadi sekitar 1.200 calon peserta, yang terdiri dari siswa kelas 1 SD, SMP, SMA, dan anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.
Setelah melalui verifikasi lebih lanjut, jumlah calon peserta menyusut menjadi sekitar 600 orang. Namun, hingga saat ini, baru 100 siswa yang telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat. Pemkot Blitar tidak hanya menunggu konfirmasi dari calon peserta, tetapi juga aktif mendekati keluarga mereka, sehingga diharapkan orang tua menjadi lebih yakin untuk mengikutsertakan anak-anak mereka dalam program yang diharapkan dapat memperluas akses pendidikan ini.