- Pasar murah di Wlingi diserbu ratusan warga yang ingin mendapatkan sembako dengan harga terjangkau.
- Kegiatan ini diinisiasi oleh Disperindag dengan dukungan dari Perum Bulog dan UMKM lokal.
- Banyak komoditas dijual dengan batasan pembelian untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ratusan warga Blitar memadati pasar murah yang diselenggarakan di halaman Kantor Kecamatan Wlingi baru-baru ini. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari pemerintah daerah untuk mengurangi dampak inflasi dan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok yang semakin dinamis. Di pasar murah ini, masyarakat berkesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih mudah dijangkau, seperti beras, telur, gula pasir, dan minyak goreng.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Blitar menjadi penggagas kegiatan ini, bekerja sama dengan Perum Bulog dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dalam upaya ini, Disperindag menyediakan sejumlah komoditas pangan serta produk olahan, yang tidak hanya menunjang daya beli masyarakat, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal di Wlingi.
Kepala Disperindag, Darmadi, menjelaskan bahwa pasar murah ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, dengan harapan agar setiap warga dapat memanfaatkan program yang bermanfaat ini. Setelah kegiatan sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Srengat, kini pasar murah berpindah ke Wlingi sebagai bagian dari upaya bergilir untuk menyentuh lebih banyak masyarakat.
Dalam kesempatan ini, pemerintah telah menyediakan sebanyak 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta puluhan karton Minyakita, gula pasir, dan berbagai produk olahan dari UMKM setempat. Untuk memastikan komoditas tersebut dapat dinikmati oleh lebih banyak warga, penjualannya dibatasi, di mana setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan beras SPHP atau 10 kilogram. Selain itu, terdapat juga pembatasan pada pembelian Minyakita dan gula pasir, demi keadilan bagi semua pengunjung.