- JPL 175 Garum dinormalisasi dengan pemasangan portal manual untuk meningkatkan keselamatan.
- Warga diharuskan menutup kembali portal setelah melintas untuk mencegah penutupan total akses.
- Normalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan di titik rawan kecelakaan, bukan untuk membatasi akses ke lahan pertanian.
JPL 175 Garum yang terletak di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, kini telah memasuki tahap normalisasi. Perlintasan sebidang yang penting bagi akses masyarakat menuju kawasan pertanian ini kini dilengkapi dengan portal manual untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan. Dengan adanya perubahan ini, meskipun perlintasan telah dinormalisasi, warga masih diperbolehkan untuk melintas, tetapi diwajibkan untuk membuka dan menutup portal secara manual setiap kali melalui jalur tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kebijakan yang mengutamakan keselamatan bersifat kolektif antara Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan Satlantas, serta masyarakat setempat.
Keputusan untuk normalisasi ini tidak lepas dari hasil inspeksi keselamatan yang mengidentifikasi JPL 175 Garum sebagai titik rawan kecelakaan kereta api. Keadaan ini cukup mengkhawatirkan, terlebih karena jalur ini dimanfaatkan masyarakat untuk akses menuju lahan pertanian. Beberapa insiden tragis, termasuk kejadian bunuh diri yang melibatkan kereta api, menjadi alasan kuat untuk mengambil tindakan preventif demi keselamatan warga. Normalisasi ini bukanlah langkah untuk membatasi akses masyarakat, melainkan usaha untuk memastikan bahwa perlintasan ini aman digunakan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Puguh Imam Santoso, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai penerapan normalisasi telah dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan dari PT KAI dan Satlantas. Menurut Puguh, langkah penataan ini bertujuan murni untuk meningkatkan keamanan, sehingga akses masyarakat ke sawah tidak terhalang. "Penataan JPL 175 ini tidak untuk menutup mata pencaharian warga, namun untuk memberikan rasa aman saat melintas," ungkapnya. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, diharapkan wisatawan maupun masyarakat lokal dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman di kawasan tersebut.