- Candi Penataran adalah warisan sejarah yang melintasi era Kedhiri, Singhasari, dan Majapahit.
- Letusan Gunung Kelud berperan penting dalam pembentukan Candi Penataran sebagai tempat suci.
- Pembangunan kompleks Candi Penataran melibatkan beberapa penguasa yang memperluas dan memperindah struktur candi.
BLITAR - Dalam perjalanan menyusuri kekayaan sejarah Majapahit, Candi Penataran di Blitar menempati posisi penting sebagai saksi bisu peradaban masa lalu yang melintasi tiga era kerajaan, yaitu Kedhiri, Singhasari, dan Majapahit. Kompleks percandian yang megah ini tidak hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menggambarkan perjalanan spiritual dan budaya masyarakat pada saat itu. Sejarahnya dimulai pada masa pemerintahan Raja Kertajaya dari Kerajaan Kedhiri, yang meletakkan dasar bagi pembangunan candi ini setelah krisis besar akibat letusan Gunung Kelud.
Letusan Gunung Kelud yang terjadi pada masa lampau telah meninggalkan kejutan dan ketakutan bagi masyarakat serta penguasa Jawa. Dalam catatan sejarah dan narasi sastra Jawa kuno, Raja Kertajaya yang merasa terancam oleh bencana tersebut melakukan doa dan puja di lereng gunung, yang dipimpin oleh seorang pendeta bernama Empu Iswara Mapanji Jagwata. Setelah letusan, ia menemukan bahwa kerusakan tidak separah yang ditakutkan dan menganggap kawasan pertapaan Palah sebagai tempat suci, berfungsi sebagai sima atau wilayah bebas pajak sekaligus pusat pemujaan.
Sejak penetapan Palah sebagai kawasan suci, tempat ini berevolusi menjadi Candi Palah, yang kemudian berkembang menjadi Candi Penataran. Proses pembangunan dan perluasan kompleks candi ini tidak berhenti pada Kertajaya saja; penguasa-penguasa selanjutnya juga turut andil dalam memperluas dan mempercantik Candi Penataran. Tercatat dalam Prasasti Palah, meskipun bangunan asli tempat ibadah Kertajaya telah hilang, berbagai peninggalan yang ada membuktikan transformasi dan perkembangan yang terus berlangsung hingga saat ini.
Candi Penataran kini tidak hanya menarik pengunjung dari dalam dan luar kota, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan warisan budaya yang tak ternilai bagi masyarakat Blitar. Dengan ragam cerita dan keagungan arsitekturnya, Candi Penataran menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah perjalanan waktu yang menghubungkan kita kembali dengan sejarah gemilang Majapahit.