- Warga Margomulyo mengandalkan bantuan air bersih setelah sumur mereka kering selama tiga bulan.
- Krisis air bersih menyebabkan warga harus membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.
- Bantuan dari BPBD menjadi sumber harapan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Krisis penyediaan air bersih yang terjadi di Blitar Selatan semakin memprihatinkan, terutama di Dusun Rampalombo, Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo. Sudah lebih dari tiga bulan, puluhan kepala keluarga di kawasan ini terpaksa mengandalkan bantuan distribusi air bersih setelah sumur-sumur warga mengalami kekeringan yang parah. Fenomena tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menambah beban ekonomi warga yang kini harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum.
Trinanik, seorang warga berusia 45 tahun, mengungkapkan betapa sulitnya kondisi yang mereka hadapi. Pompa sumur bor yang selama ini menjadi andalan untuk mendapatkan air kini tidak lagi berfungsi karena debit air bawah tanah yang telah menipis. "Untuk minum terpaksa beli air galon, sedangkan untuk mandi dan mencuci kami menghemat habis-habisan," keluhnya saat menunggu bantuan air bersih pada Sabtu, 6 September.
Kekeringan merupakan masalah tahunan di wilayah tersebut, namun situasi tahun ini dirasakan lebih parah oleh warga. Akibat keadaan ini, mereka menjadi lebih disiplin dan hemat dalam penggunaan air. Warga setempat hanya dapat mandi satu kali sehari untuk mengurangi pemakaian air. Sebelum mendapatkan bantuan dari pemerintah, mereka juga sempat melakukan patungan untuk membeli air dengan harga Rp80 ribu per tandon berkapasitas 1.000 liter. Walaupun itu meringankan, bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar kini menjadi harapan utama bagi warga untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
โMeskipun begitu, kami bersyukur karena dalam dua minggu terakhir ini ada bantuan air bersih yang disalurkan secara gratis dua hari sekali, ini sangat membantu untuk kebutuhan dapur dan kegiatan sehari-hari lainnya,โ sambung Trinanik. Harapan untuk solusi jangka panjang diharapkan bisa segera terwujud agar masyarakat dapat kembali menikmati akses air bersih yang memadai dan tidak terganggu oleh kondisi cuaca.