- Kota Blitar kekurangan armada pengangkut sampah, dengan hanya 2 dump truck dan 7 amprol yang aktif.
- Satu armada harus melakukan perjalanan bolak-balik hingga tiga kali sehari untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan sampah.
- Pemerintah kota tetap memprioritaskan layanan pengelolaan sampah meskipun ada keterbatasan anggaran dan armada.
Kota Blitar saat ini menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan sampah akibat terbatasnya armada pengangkut. Sebagai informasi, saat ini hanya tersedia dua dump truck operasional dan tujuh amprol, yang berfungsi sebagai truk pengangkut sampah dengan sistem kontainer lepas-pasang. Jajuk Indihartati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, mengungkapkan bahwa jumlah armada ini jelas belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian pengangkutan sampah di kota ini, terutama mempertimbangkan kondisi armada yang telah lama dan perlu diperbaharui.
Dalam situasi ini, setiap armada ditugaskan untuk melakukan perjalanan bolak-balik hingga tiga kali dalam sehari. Jajuk menegaskan pentingnya pengoptimalan jadwal dan rute pengangkutan guna menutupi kekurangan layanan yang ada. Semua unit yang ada, termasuk amprol dan armada cadangan, sedang dimaksimalkan penggunaannya untuk memastikan pengumpulan sampah berjalan lancar meski dalam keterbatasan.
Di tengah tantangan tersebut, belum ada rencana untuk pengadaan armada baru dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh anggaran yang terbatas dan kebijakan efisiensi yang diberlakukan pemerintah. Meskipun demikian, Jajuk memastikan bahwa pelayanan dalam pengelolaan sampah tetap menjadi prioritas utama pemerintah, dan upaya terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan bagi masyarakat Blitar.
Kepedulian Pemerintah Kota Blitar dalam isu pengelolaan sampah menjadi salah satu indikator komitmen untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi lebih aktif dalam pengurangan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.