- Truk Mitsubishi Fuso terguling di jalur Kesamben akibat ODOL di musim giling.
- Faktor manusia merupakan penyebab utama kecelakaan meski dampak tidak ada korban jiwa.
- Pentingnya kewaspadaan dan pematuhan terhadap aturan lalu lintas untuk keselamatan di jalur rawan.
Dalam beberapa waktu terakhir, bahaya over dimension over loading (ODOL) kembali memicu keprihatinan di kalangan masyarakat, terutama saat memasuki musim giling tebu. Pada Selasa, 4 Agustus, sekitar pukul 01.00 WIB, sebuah truk Mitsubishi Fuso yang mengangkut tebu mengalami kecelakaan di jalur nasional Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Kecelakaan ini menambahkan daftar panjang insiden yang berkaitan dengan aktivitas angkutan tebu yang semakin meningkat.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika truk yang dikemudikan DM, 37 tahun, warga Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, melaju dari arah Malang menuju Blitar. Saat memasuki tikungan tajam di Jalan Umum desa setempat, truk diduga mengambil jalur kanan secara berlebihan, yang mengakibatkan kehilangan keseimbangan dan terguling. Petugas dari Polres Blitar, AKP Galih Yasir Mubaroq, mengonfirmasi bahwa faktor manusia, seperti kurangnya konsentrasi pengemudi, menjadi penyebab utama atas insiden tersebut.
Beruntung, meskipun truk tersebut terguling, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, kerugian material diestimasi mencapai sekitar Rp10 juta, dan kehadiran truk yang melintang di jalan sempat mengganggu arus lalu lintas. Dengan bertambahnya jumlah truk angkutan tebu, jalur Kesamben, terutama di sekitar Pagergunung, menjadi salah satu lokasi yang patut diwaspadai oleh semua pengguna jalan. Penting bagi pengemudi dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama, terutama dalam menghadapi musim panen tebu yang semakin meningkat.