- Pilihan ponsel dibawah Rp1,5 juta semakin terbatas akibat kenaikan harga.
- Rentang harga Rp2,5 juta hingga Rp5 juta mulai menawarkan spesifikasi yang lebih menarik.
- Samsung Galaxy A07 menjadi pilihan utama dengan spesifikasi yang mumpuni dan dukungan jangka panjang.
Dalam perkembangan pasar gadget di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Blitar, rekomendasi ponsel menengah pada tahun 2026 menunjukkan adanya pergeseran standar dalam kategori harga. Menurut analisis terbaru dari GadgetIn, kenaikan harga ponsel dalam beberapa tahun terakhir berakibat pada berkurangnya pilihan ponsel dibawah Rp1,5 juta. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi konsumen yang mencari ponsel terjangkau tetapi tetap berkualitas.
Di rentang harga Rp2,5 juta hingga Rp5 juta, masyarakat kini dapat menemukan ponsel dengan spesifikasi yang lebih lengkap dan menarik yang sesuai untuk penggunaan jangka panjang. GadgetIn menyediakan daftar rekomendasi yang diambil dari pemantauan ponsel baru di toko online terkemuka, termasuk model dari tahun sebelumnya yang masih tersedia dengan kondisi baru.
Di kategori Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, situasi cukup sulit karena tidak ada ponsel yang dianggap memadai untuk direkomendasikan. Dengan kata lain, pilihan yang ada didominasi oleh barang bekas dan merek yang kurang dikenal di pasar, yang berisiko menurunkan kepuasan konsumen. Namun, saat memasuki rentang harga Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, pilihan mulai bervariasi dengan chipset Unisoc mendominasi produk yang ada, di mana mayoritas ponsel masih menggunakan layar HD 720p, RAM 4 GB, dan kamera dengan resolusi yang umumnya masih dasar.
Di tengah persaingan tersebut, Samsung Galaxy A07 muncul sebagai salah satu pilihan utama. Ponsel ini ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G99 dengan teknologi fabrikasi 6nm, menawarkan RAM 4 GB dan kapasitas penyimpanan 64 GB UFS, serta baterai yang cukup besar, yakni 5.000 mAh. Tak hanya itu, Galaxy A07 juga memiliki sertifikasi IP54 yang menunjukkan ketahanan terhadap air dan debu, serta dukungan pembaruan perangkat lunak yang hingga mencapai enam kali pembaruan OS dan enam tahun untuk patch keamanan, memberikan nilai tambah bagi para pengguna di Blitar.