Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Keberkahan Tradisi Jamasan Gong Kiai Pradah Menarik Ribuan Warga Blitar

Keberkahan Tradisi Jamasan Gong Kiai Pradah Menarik Ribuan Warga Blitar

Keberkahan Tradisi Jamasan Gong Kiai Pradah Menarik Ribuan Warga Blitar
Poin Penting:
  • Acara Jamasan Gong Kiai Pradah menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.
  • Tradisi ini melibatkan pembersihan gong sebagai bentuk penghormatan dan penyimpanan air bekas jamasan untuk berkah.
  • Kegiatan ini memperkuat ikatan sosial dan melestarikan budaya lokal di Blitar.

Tradisi Jamasan Gong Kiai Pradah di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, menjadi perhelatan budaya yang tak hanya dilestarikan, tetapi juga mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat. Acara ini, yang telah diakui sebagai warisan tak benda, berlangsung di Alun-alun Lodoyo, dan menarik minat ribuan warga yang ingin merasakan keberkahan dari air bekas jamasan. Mereka yang hadir terdiri atas berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, menunjukkan antusiasme yang tinggi meskipun terik matahari menyengat.

Puncak dari prosesi ini dimulai dengan kirab gong dari Pendopo sebelah barat menuju lokasi jamasan. Proses ini melibatkan pembersihan Gong Kiai Pradah menggunakan air kembang serta pemakaian boreh sebagai bentuk penghormatan. Setelah dibersihkan, gong tersebut ditutup kembali dengan kain putih dan dikembalikan ke tempat penyimpanan di Pendopo. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng nasi kuning, yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat terhadap tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini.

Dalam prosesi yang meriah ini, dua mobil pemadam kebakaran disiagakan untuk menampung air bekas jamasan, yang kemudian disalurkan kepada warga yang membawa botol. Salah satu peserta, Ashari (25), mengungkapkan keterkejutannya dengan jumlah pengunjung yang datang untuk menyaksikan tradisi ini. Ia bersama keluarganya ikut serta dalam kegiatan ini, dan percaya bahwa air bekas jamasan memiliki makna spiritual yang mendalam. Yakni, sebagai media untuk mendapatkan keberkahan.

Keberadaan Jamasan Gong Kiai Pradah tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya Blitar, tetapi juga menciptakan momen kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial antarwarga. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal masih hidup dan relevan dalam masyarakat modern, menarik minat generasi baru untuk mengenal lebih dekat warisan budaya mereka.