Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Olahraga Veda Ega Pratama Uji Keterampilan di Motor 750 cc Bersama Hiroshi Aoyama

Veda Ega Pratama Uji Keterampilan di Motor 750 cc Bersama Hiroshi Aoyama

Veda Ega Pratama Uji Keterampilan di Motor 750 cc Bersama Hiroshi Aoyama
Poin Penting:
  • Veda Ega Pratama menguji motor 750 cc untuk meningkatkan keterampilan balapnya.
  • Keputusan Hiroshi Aoyama dianggap berisiko tetapi terbukti menguntungkan.
  • Veda menunjukkan adaptasi yang luar biasa terhadap karakteristik motor yang lebih besar.

Dalam sebuah sesi latihan tertutup yang mencuri perhatian, Hiroshi Aoyama, mantan pembalap MotoGP, telah membuat keputusan berani dengan meminta Veda Ega Pratama, pembalap muda berbakat asal Indonesia, untuk menguji motor berkapasitas 750 cc. Langkah ini awalnya dianggap berisiko, mengingat perbedaan karakteristik motor ini dengan motor Moto3 250 cc yang biasa ditungganginya. Namun, eksperimen ini menjadi penting untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan teknik dan fisik Veda.

Motor 750 cc, dengan bobot yang lebih besar dan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan motor Moto3, menawarkan tantangan tersendiri bagi para pembalap. Pembalap harus memiliki kontrol tubuh yang mumpuni serta kemampuan pengereman yang lebih halus ketika memasuki tikungan, terutama pada kecepatan tinggi. Kehati-hatian pun sempat ditunjukkan oleh tim mekanik senior yang meragukan keputusan Aoyama, khawatir Veda bisa kesulitan mempertahankan kendali atas motor tersebut.

Namun, keinginan untuk berlatih dan berkembang yang ditunjukkan Veda terbukti mampu menjawab keraguan para teknisi. Dengan sigap, ia mengatasi tantangan yang ada, bahkan saat ban belakang motor kehilangan traksi akibat tenaga yang besar. Veda menunjukkan kemahirannya dalam teknik counter steering, serta kontrol tubuh yang tenang saat motor bergerak agresif di lintasan. Hal ini menjadi sorotan dalam sesi latihan tersebut.

Analisis telemetri juga memperlihatkan bahwa Veda berhasil menerapkan teknik 'trail braking' dengan tingkat akurasi yang tinggi, sebuah teknik yang esensial untuk membangun kecepatan saat memasuki tikungan. Dengan kemampuan yang ditunjukkannya, Veda tidak hanya menjaga motor tetap berada di jalur, tetapi juga semakin adaptif terhadap karakteristik mesin yang lebih kuat ini. Ini adalah langkah yang menunjukkan potensi besar di masa depan, baik untuk Veda pribadi maupun untuk dunia balap Indonesia secara keseluruhan.