- Seorang pemuda di Rejotangan diduga bunuh diri karena tertekan utang pinjaman online.
- Meninggalnya FY menyoroti pentingnya dukungan psikologis bagi generasi muda.
- Perlu adanya edukasi terkait manajemen keuangan untuk menghindari kasus serupa.
Pada siang hari tanggal 15 September 2026, masyarakat Jatidowo, Rejotangan, Tulungagung dikejutkan dengan penemuan seorang pemuda berinisial FY (20) yang ditemukan dalam keadaan gantung diri di rumahnya. Kejadian tragis ini menyoroti isu serius mengenai tekanan psikologis akibat masalah keuangan yang dialami oleh generasi muda di daerah ini.
Kepala Subbagian Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, mengungkapkan bahwa FY diduga mengalami depresi terkait utang pinjaman online yang mencapai total Rp15 juta. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, FY sempat menghubungi pacarnya dan mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya setelah ditanya mengenai beban utang tersebut. Hal ini menunjukkan betapa beratnya tekanan yang dialami oleh korban.
Teman pacar korban, yang merasa khawatir setelah menerima pesan darinya, segera berinisiatif untuk memeriksa kondisi FY. Namun, sayangnya saat mereka datang dan mendobrak pintu rumah, FY telah dalam keadaan tidak bernyawa. Kejadian ini menggaungkan keprihatinan mengenai kesehatan mental dan harapan hidup para pemuda di Blitar, terutama dalam menghadapi masalah keuangan.
FY diketahui tinggal sendirian di rumah, karena ayahnya bekerja di luar negeri, sementara ibunya juga sedang dalam proses bekerja di negara lain. Dari situasi ini, kita bisa melihat pentingnya dukungan psikologis dan edukasi finansial bagi masyarakat, agar tidak ada lagi kasus serupa di masa depan. Masyarakat dan pemerintah setempat diharapkan dapat lebih peka dan responsif terhadap masalah kesehatan mental yang mungkin dialami oleh generasi muda hari ini.