- Capaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar baru mencapai 26 persen.
- Hoaks di media sosial mengenai keterkaitan sensus dengan pajak menghambat partisipasi masyarakat.
- BPS akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk menjelaskan tujuan sebenarnya dari Sensus Ekonomi.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendataan tersebut. Hingga tanggal 6 Juli 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar melaporkan bahwa tingkat pencapaian pendataan baru mencapai 26 persen dari total target sebanyak 58.777 responden. Sebuah capaian yang masih jauh dari target yang diharapkan, yakni minimal 30 persen pada awal bulan Juli.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap rendahnya partisipasi masyarakat adalah beredarnya informasi yang menyesatkan di media sosial. Informasi tersebut mengaitkan Sensus Ekonomi dengan persoalan pajak, di mana banyak masyarakat merasa khawatir bahwa data yang mereka sampaikan akan digunakan untuk kepentingan perpajakan. Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito, menegaskan bahwa hal ini sangat disayangkan mengingat tujuan dari Sensus Ekonomi adalah untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kondisi perekonomian masyarakat serta dinamika dunia usaha di daerah.
Hanung juga menekankan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak akurat. Sensus Ekonomi bertujuan untuk menyusun statistik ekonomi nasional yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat perlu memahami bahwa partisipasi mereka dalam sensus sangat penting untuk kepentingan bersama, dan bukan untuk keperluan perpajakan.
BPS berkomitmen untuk mengejar target pendataan ini melalui upaya percepatan dan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat. Dengan harapan, masyarakat dapat lebih terbuka dalam memberikan data yang diperlukan sehingga manfaat dari Sensus Ekonomi 2026 dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Blitar.