- Produksi padi Kabupaten Blitar mencapai 187.111 ton GKP dari Januari hingga Mei 2026.
- Rata-rata produktivitas padi di Blitar mencapai 6,79 ton GKP per hektare.
- Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung petani melalui program pendampingan dan optimalisasi lahan.
Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Blitar menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan produksi padi mencapai 187.111 ton gabah kering panen (GKP) dalam lima bulan pertama tahun ini, tepatnya dari Januari hingga Mei 2026. Data ini diperoleh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar dan mencerminkan luas panen yang mencapai 27.547 hektare, dengan produktivitas rata-rata sebesar 6,79 ton GKP per hektare.
Capaian ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan sektor pertanian di Blitar, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi penting dalam upaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dengan posisi Blitar sebagai salah satu area penyangga produksi beras di Jawa Timur, pemerintah daerah optimistis bisa mempertahankan tren positif ini melalui berbagai program pendampingan kepada petani dan juga optimalisasi penggunaan lahan pertanian yang produktif.
Siswoyo Adi Prasetyo, Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, menegaskan bahwa produktivitas padi di Kabupaten Blitar tetap dalam kategori yang baik. Rata-rata hasil panen yang mencapai 6,79 ton GKP per hektare ini dianggap sangat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan lokal serta menjaga stabilitas pasokan beras di pasaran. Ia menambahkan bahwa meskipun sektor pertanian dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama perubahan cuaca, pengelolaan yang efektif tetap dapat menjamin keberlanjutan produksi.
"Produksi yang tinggi ini menjadi modal penting bukan hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga sebagai jaminan ketersediaan beras bagi masyarakat," ujarnya, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung petani di Kabupaten Blitar dalam menghadapi tantangan yang ada.