Jumat, 18 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Sepuluh Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Alami Sakit Perut Usai Makan MBG, Salah Satunya Dirawat di RSUD Mardi Waluyo

Sepuluh Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Alami Sakit Perut Usai Makan MBG, Salah Satunya Dirawat di RSUD Mardi Waluyo

Sepuluh Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Alami Sakit Perut Usai Makan MBG, Salah Satunya Dirawat di RSUD Mardi Waluyo
Poin Penting:
  • Sepuluh siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami sakit perut dan mual setelah mengonsumsi makanan MBG.
  • Kejadian berlangsung setelah makanan MBG diterima dan siswa mulai mengeluhkan sakit perut dalam waktu singkat.
  • Pihak sekolah telah membawa siswa yang sakit ke beberapa fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Rabu pagi, 16 September 2023, sepuluh siswa dari SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami keluhan sakit perut dan mual setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini bermula ketika makanan tersebut tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB. Ketika jam pelajaran berlangsung, sekitar pukul 09.15 WIB, seorang siswa mulai mengeluhkan sakit perut disertai mual. Gejala tersebut dengan cepat menyebar kepada siswa lainnya, membuat pihak sekolah mengambil langkah cepat untuk menanggulangi situasi tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Sarana dan Prasarana, Yulia, mengonfirmasi bahwa keluhan kesehatan siswa-siswa tersebut terjadi hanya beberapa saat setelah mereka menyantap makanan MBG. Siswa pertama yang mengalami keluhan segera dilarikan ke Puskesmas Kepanjenkidul agar mendapatkan perawatan yang diperlukan. Namun, setelah pemeriksaan, muncul lagi sekitar tujuh siswa lainnya yang mengalami gejala serupa, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk membawa mereka semua ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Kepanjenkidul, Klinik Siti Khodijah, dan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Kejadian ini tentunya menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan orang tua siswa. Makanan yang disediakan dalam program MBG seharusnya berkualitas dan memenuhi standar gizi aman agar memenuhi kebutuhan kesehatan para siswa. Pihak sekolah juga berkomitmen untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kualitas makanan yang dimediasi dalam program tersebut, agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. Dalam situasi ini, semoga para siswa yang terkena dampak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.