Jumat, 18 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Olahraga Pertarungan Sengit Menuju Kursi Ketua KONI Kota Blitar: Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti Masuk Bursa

Pertarungan Sengit Menuju Kursi Ketua KONI Kota Blitar: Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti Masuk Bursa

Pertarungan Sengit Menuju Kursi Ketua KONI Kota Blitar: Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti Masuk Bursa
Poin Penting:
  • Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti telah mendaftar sebagai calon Ketua KONI Kota Blitar.
  • Proses verifikasi berkas pendaftaran masih wajib dilalui sebelum calon ditetapkan.
  • Dukungan minimal dari cabang olahraga diperlukan untuk calon ketua.

Bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar semakin memanas menjelang Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang dijadwalkan pada 22 September 2023. Dua kandidat yang telah resmi mendaftar dalam penjaringan adalah Elim Tyu Samba, Wakil Walikota Blitar, dan Ratih Dewi Indarti, Inspektur Daerah Kota Blitar. Kehadiran kedua nama ini tentunya menarik perhatian masyarakat, mengingat latar belakang mereka yang cukup dikenal di kalangan publik.

Meskipun kedua kandidat sudah melengkapi pendaftaran, mereka belum otomatis menjadi calon resmi. PROSES VERIFIKASI berkas pendaftaran masih wajib dilalui secara seksama oleh pengurus KONI. Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kota Blitar, Sugeng Praptono, mengungkapkan bahwa hingga hari Kamis (17/9), hanya ada dua nama yang mendaftar. Penetapan calon resmi masih menunggu hasil pleno dari KONI yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sugeng juga menggarisbawahi sejumlah tantangan dalam proses penjaringan ini, terutama terkait dengan kelengkapan dukungan dari cabang olahraga (cabor). Di sisi Ratih Dewi Indarti, terdapat beberapa surat dukungan yang dinyatakan belum memenuhi syarat, di mana tanda tangan sekertaris dan ketua harian dinilai kurang representatif. Untuk menjadi calon yang sah, setiap bakal calon harus mengumpulkan minimal 12 dukungan cabor. Oleh karena itu, kelengkapan administrasi ini sangat krusial sebelum calon-calon tersebut ditetapkan oleh pleno.

Para pecinta olahraga di Blitar tentunya berharap bahwa pemilihan ketua ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga melahirkan pemimpin yang mampu mengembangkan dan memajukan dunia olahraga di daerah kita. Partisipasi aktif masyarakat pada proses ini juga diharapkan mendukung terwujudnya pemimpin yang mampu mewakili aspirasi semua cabang olahraga di Kota Blitar.