Jumat, 18 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Kejadian Keracunan Ringan di SLB Negeri 1 Kota Blitar: Penjelasan dan Tindak Lanjut

Kejadian Keracunan Ringan di SLB Negeri 1 Kota Blitar: Penjelasan dan Tindak Lanjut

Kejadian Keracunan Ringan di SLB Negeri 1 Kota Blitar: Penjelasan dan Tindak Lanjut
Poin Penting:
  • Sebanyak sembilan siswa mengalami gejala mual dan muntah setelah makan MBG.
  • Pihak SLB dan Polres Blitar Kota aktif menangani situasi dan memastikan kesehatan siswa.
  • Para siswa kini sudah diperbolehkan pulang dan dalam kondisi sehat.

Sebanyak sembilan siswa dari SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Rabu, 16 September 2026, dan sempat memicu kepanikan di kalangan masyarakat serta menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpas) SLBN 1 Kota Blitar, Yulia, saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa tindakan evakuasi yang dilakukan terhadap siswa-siswi tersebut telah sesuai prosedur. Ia menjelaskan bahwa pihak SPPG berperan aktif dengan mengambil sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Selain itu, Polres Blitar Kota juga ikut mendampingi proses penanganan tersebut untuk memastikan keselamatan para siswa.

Dalam penjelasannya, Yulia menegaskan bahwa tidak ada siswa yang perlu mendapatkan perawatan inap, dan saat ini semua siswa telah diperbolehkan pulang ke rumah untuk beristirahat. "Alhamdulillah, anak-anak kini dalam kondisi baik dan tidak ada yang harus dirawat di rumah sakit. Mereka sudah bisa beristirahat di rumah masing-masing," ujarnya.

Demi menjaga transparansi serta memastikan tidak ada informasi yang keliru, Yulia berharap agar masyarakat tidak terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi di media sosial. Pihak sekolah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus memantau kondisi kesehatan siswa dan berupaya semaksimal mungkin agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.