Kamis, 17 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Proses Pembentukan Bonsai Kimeng dari Stek Pucuk: Menanti Karya Seni dari Alam

Proses Pembentukan Bonsai Kimeng dari Stek Pucuk: Menanti Karya Seni dari Alam

Proses Pembentukan Bonsai Kimeng dari Stek Pucuk: Menanti Karya Seni dari Alam
Poin Penting:
  • Bonsai Kimeng yang dibuat dari stek pucuk menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
  • Proses pembentukan batang melalui teknik wiring dan perawatan yang tepat sangat krusial.
  • Kondisi media tanam yang ideal mendukung pertumbuhan bonsai agar tetap sehat.

BLITAR - Bonsai Kimeng, yang merupakan salah satu bentuk seni hortikultura yang belakangan ini mulai diminati oleh masyarakat, kini memasuki fase menarik dalam proses pembentukan batang setelah melalui serangkaian tahap pertumbuhan. Proses ini melibatkan teknik stek pucuk yang sudah terbukti efektif, dan diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta tanaman di Blitar.

Setelah stek pucuk ditanam, tanaman mengalami pertumbuhan yang relatif normal. Proses pembentukan diawali dengan gerakan dasar pada batang yang dilakukan dengan teknik wiring; pada tahap ini, pola wiring masih sederhana mengingat batang belum cukup kuat untuk mendapatkan bentuk liukan yang ekstrem. Pemberian liukan secara bertahap bertujuan untuk meminimalisir risiko kerusakan pada tanaman.

Setelah dua setengah bulan sejak tahap wiring pertama, kawat yang mengatur bentuk batang pun perlu dilepas. Material Bonsai Kimeng kemudian dipindahkan dari polybag ke dalam wadah plastik yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhannya yang optimal. Dengan usia tanaman yang mencapai empat bulan, akar mulai berkembang dengan baik, yang memberi sinyal bahwa perencanaan untuk membentuk tatakan akar dapat segera dilakukan.

Media tanam yang digunakan bagi Bonsai Kimeng terdiri dari komposisi pasir sungai, sekam padi, dan kotoran kambing yang telah difermentasi, menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan. Untuk menjaga bentuk liukan saat bertumbuh, penyangga dari bambu digunakan sebagai dukungan. Proses perawatan lebih lanjut, termasuk pemupukan dengan NPK, dilakukan di area yang mendapatkan sinar matahari penuh. Pada tahap ini, perkembangan tanaman menunjukkan hasil positif, dengan ukuran batang hampir mencapai dengan ukuran jempol tangan, menandakan bahwa Bonsai Kimeng kini memasuki usia sembilan bulan.