- Sekolah Rakyat Blitar akan menghentikan penerimaan MBG dari penyedia luar dan memasak secara mandiri.
- Pembangunan dapur sekolah masih berlangsung, menjadi kunci untuk pengelolaan makanan siswa.
- Rencana memasak mandiri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi sehat di kalangan siswa.
Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penyediaan makanan bagi siswa dengan rencana menghentikan penerimaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari penyedia luar. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan nutrisi yang lebih segar dan berkualitas, dengan mengolah makanan secara mandiri di dapur sekolah.
Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar, Johan Argono, mengungkapkan bahwa saat ini, proses pembangunan dapur sekolah masih berlangsung dan menjadi langkah awal untuk dapat mengelola kebutuhan gizi siswa secara internal. Meskipun saat ini sekolah masih bergantung pada distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihaknya optimis bahwa setelah infrastrukturnya siap, sekolah dapat melaksanakan kegiatan memasak di lingkungan sendiri dengan lebih baik.
Menurut Johan, pembangunan dapur merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan tidak hanya kualitas makanan, tetapi juga untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa. Dengan mengelola kebutuhan gizi secara mandiri, Sekolah Rakyat berharap dapat membangun kesadaran akan pentingnya gizi sehat di kalangan siswa dan menjadikan dapur sebagai pusat kegiatan yang mendidik.
Ke depan, setelah dapur selesai dibangun, Sekolah Rakyat berencana untuk membuat program khusus yang melibatkan siswa dalam proses memasak. Hal ini diharapkan dapat menjadi peluang pendidikan tambahan bagi mereka, sambil memastikan mereka mendapatkan makanan bergizi. Diharapkan, inisiatif ini tidak hanya dapat menjawab kebutuhan nutrisi siswa, namun juga mendukung kemampuan mereka dalam berkontribusi kepada masyarakat melalui ilmu yang didapat di sekolah.