Rabu, 07 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Ekonomi › Ratusan Peternak Blitar Raya Berunjuk Rasa Di DPR RI, Tuntut Solusi Harga Telur dan Pakan Jagung

Ratusan Peternak Blitar Raya Berunjuk Rasa Di DPR RI, Tuntut Solusi Harga Telur dan Pakan Jagung

Ratusan Peternak Blitar Raya Berunjuk Rasa Di DPR RI, Tuntut Solusi Harga Telur dan Pakan Jagung
Poin Penting:
  • Ratusan peternak Blitar Raya mengadakan aksi damai di DPR RI untuk menuntut solusi harga telur yang anjlok dan kelangkaan jagung.
  • Harga telur saat ini jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah, berimbas pada keberlangsungan usaha peternak.
  • Partisipasi peternak dari berbagai daerah menunjukkan solidaritas dalam menyuarakan aspirasi untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi.

Pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, ratusan peternak dari Blitar Raya mengadakan aksi damai di Gedung DPR RI untuk menyampaikan tuntutan mereka terkait penurunan harga telur dan kelangkaan jagung sebagai pakan ternak. Sebanyak 500 peternak berangkat ke Jakarta pada Selasa 6 Oktober 2026 sore, dengan harapan untuk mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Koordinator aksi, Rio Yudhistira, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah penting bagi peternak untuk meminta solusi serta dukungan dari pemerintah pusat. Penurunan harga telur yang sudah berlangsung selama enam hingga tujuh bulan terakhir menjadi sorotan utama, dimana harga telur saat ini di kandang berkisar Rp20.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang mencapai Rp24.000 per kilogram.

Selain itu, peternak juga menyoroti pentingnya keberadaan jagung untuk pakan ternak yang selama ini mengalami kelangkaan. Rio menyatakan bahwa situasi ini sangat berpengaruh bagi kelangsungan usaha peternak, termasuk keberlangsungan hidup pekerja di sektor peternakan yang juga bergantung pada pendapatan dari usaha tersebut.

Dalam solidaritas, peserta aksi berasal dari berbagai wilayah di Blitar, termasuk Ponggok, Kademangan, dan Udanawu, bahkan ada pula peternak dari Tulungagung. Dengan lebih dari delapan bus yang mengangkut peternak menuju Jakarta, Rio berharap aksi ini mampu menggugah kepedulian pemerintah serta menghasilkan solusi konkret yang dapat memperbaiki keadaan peternak di tanah air.