- Ratusan peternak telur dari Blitar bertolak ke DPR RI untuk mengadukan keluhan terkait harga dan kelangkaan pakan.
- Isu utama termasuk kelangkaan jagung yang berdampak pada pakan ternak dan penurunan harga telur yang berkelanjutan.
- Peternak meminta perhatian pemerintah untuk stabilisasi harga dan jaminan pembelian produk mereka.
Ratusan peternak telur ayam dari wilayah Blitar Raya berangkat menuju DPR RI di Jakarta untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka terkait kondisi yang semakin sulit dihadapi dalam sektor peternakan. Acara ini diorganisir oleh Asosiasi Peternak Telur yang menilai bahwa sudah saatnya suara mereka didengar oleh para wakil rakyat. Rombongan peternak tersebut berangkat sekitar pukul 15.30 WIB dari simpang empat Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, Kab. Blitar, menggunakan dua unit bus besar yang telah disiapkan.
Menurut Koordinator Peternak dari Blitar, Rio Yudistira, kedatangan mereka ke Jakarta bertujuan untuk mengadukan keadaan mengkhawatirkan bagi banyak peternak di wilayah mereka. Salah satu isu utama yang akan disampaikan adalah kelangkaan jagung, komponen penting dalam pakan ternak yang saat ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas peternakan telur ayam. Selain itu, peternak juga menyoroti jatuhnya harga jual telur yang terus melambat akibat berbagai faktor yang tidak menguntungkan.
Rio menjelaskan, saat ini harga telur dari kandang hanya berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 24.000 per kilogram, di mana harga acuan pemerintah (HAP) diketahui lebih tinggi lagi. Hal ini menciptakan eksistensi yang semakin mencekik bagi para peternak yang juga bertanggung jawab atas keluarga dan karyawan mereka. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah dapat lebih aktif dalam mengambil langkah strategis untuk menyerap produksi telur dari peternak rakyat melalui berbagai program yang dapat memastikan kestabilan harga dan pasokan pangan di masyarakat.
Sebagai penutup, Rio berharap bahwa pertemuan ini akan menghasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan bagi kelangsungan hidup para peternak. "Kami ingin agar aspirasi kami dapat menjadi perhatian serius oleh DPR RI, karena suara kami mewakili nasib banyak orang," pungkasnya.