Selasa, 21 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Prospek Cerah Budidaya Belut di Sleman: Permintaan Melonjak hingga 1,5 Ton per Minggu

Prospek Cerah Budidaya Belut di Sleman: Permintaan Melonjak hingga 1,5 Ton per Minggu

Prospek Cerah Budidaya Belut di Sleman: Permintaan Melonjak hingga 1,5 Ton per Minggu
Poin Penting:
  • Permintaan belut di Sleman meningkat menjadi 1,5 ton per minggu.
  • Suardi, pelaku usaha, terpaksa menolak pesanan hingga 4 ton karena keterbatasan kapasitas produksi.
  • Budidaya belut menawarkan peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat lokal.

Di tengah maraknya tren kuliner berbasis komoditas lokal, budidaya belut di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Suardi, seorang pelaku usaha budidaya belut dari Dusun Sabrang Wetan, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, mengungkapkan bahwa permintaan belut meningkat secara signifikan, mencapai 1,5 ton per minggu. Namun, ia harus menolak pesanan tambahan sekitar 4 ton per minggu akibat keterbatasan kapasitas produksi.

Peningkatan permintaan ini, menurut Suardi, berawal dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan nutrisi belut, baik dalam bentuk mentah maupun yang telah siap diolah. Sebelumnya, Suardi hanya bisa memenuhi permintaan sebesar satu kuintal per minggu, namun saat ini permintaan tersebut meloncat drastis. Hal ini menandakan bahwa pasar untuk belut semakin terbuka, bahkan di kalangan pelaku usaha restoran dan rumah makan.

Suardi mencatat, tingginya antusiasme masyarakat terhadap belut mendorongnya untuk menjaga kualitas produksi sambil tetap membatasi jumlah pesanan yang dapat dipenuhi. "Kami hanya menerima pesanan sesuai dengan kemampuan produksi kami, agar bisa menjaga kualitas dan kelangsungan usaha," ungkapnya. Dengan demikian, meskipun harus menolak sejumlah besar pesanan, Suardi optimis bahwa industri budidaya belut masih memiliki peluang besar yang bisa dimanfaatkan di masa depan.

Dalam konteks ini, masyarakat Blitar dapat melihat budidaya belut sebagai peluang usaha yang menjanjikan, sekaligus menjadikan komoditas lokal ini lebih dikenal di tingkat yang lebih luas. Para pelaku usaha di daerah setempat dapat belajar dari pengalaman Suardi untuk mengembangkan budidaya ini agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.