Rabu, 07 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pendidikan & Budaya › Prioritas Bantuan Ongkos Jahit Seragam bagi Siswa Miskin di Blitar

Prioritas Bantuan Ongkos Jahit Seragam bagi Siswa Miskin di Blitar

Prioritas Bantuan Ongkos Jahit Seragam bagi Siswa Miskin di Blitar
Poin Penting:
  • Pengadaan ongkos jahit seragam kini diprioritaskan untuk keluarga dari desil 1 dan 2.
  • Perubahan kebijakan ini bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran dan tidak menambah beban ekonomi keluarga.
  • Bantuan kain seragam tetap diberikan kepada siswa dari TK, SD kelas 1 dan 4, serta SMP kelas 7.

Kota Blitar telah mengambil langkah signifikan dalam memberikan bantuan ongkos jahit seragam sekolah bagi siswa di desil 1 dan 2, sebagai upaya memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. Kebijakan baru ini menggantikan metode sebelumnya yang memberikan ongkos jahit secara merata kepada seluruh penerima bantuan kain seragam tanpa mempertimbangkan keadaan ekonomi keluarga. Dengan perubahan ini, diharapkan pengadaan seragam tidak lagi menambah beban finansial orang tua, khususnya dari keluarga yang kurang mampu.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Syahbana Tahta Wijaya, menjelaskan bahwa fokus utama dari kebijakan ini adalah untuk membantu siswa yang berasal dari keluarga yang secara ekonomi tidak mampu. "Pemberian ongkos menjahit kain seragam kita berikan kepada siswa desil 1 dan 2, sehingga mereka bisa mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan," tuturnya. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan para orang tua dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak mereka tanpa merasa tertekan dengan biaya tambahan.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa bantuan kain seragam tetap akan diberikan kepada siswa yang berada di jenjang pendidikan yang telah ditentukan. Ini mencakup siswa dari TK Negeri, SD Negeri kelas 1 dan 4, serta SMP Negeri kelas 7, yang semua penerima bantuan tersebut ditentukan berdasarkan data cut-off Dapodik. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan perhatian terhadap anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sehingga proses belajar-mengajar dapat berlangsung dengan lebih baik," tambah Syahbana.

Masyarakat Blitar menyambut baik kebijakan ini, yang tidak hanya menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan tetapi juga memberikan solusi nyata bagi keluarga di wilayah ini. Dengan harapan baru ini, semua siswa—terutama yang datang dari latar belakang ekonomi kurang beruntung—dapat meraih akses pendidikan yang lebih baik tanpa harus terbebani oleh biaya seragam.