Jumat, 14 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Kader Kesehatan Kediri Diberdayakan melalui Pelatihan Olah Flaxseed untuk Cegah Diabetes

Kader Kesehatan Kediri Diberdayakan melalui Pelatihan Olah Flaxseed untuk Cegah Diabetes

Kader Kesehatan Kediri Diberdayakan melalui Pelatihan Olah Flaxseed untuk Cegah Diabetes
Poin Penting:
  • Pelatihan pengolahan flaxseed bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan dalam mencegah diabetes.
  • Program ini melibatkan 50 kader kesehatan di Kota Kediri yang dilatih oleh Poltekkes Kemenkes Malang.
  • Data Dinas Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan kasus diabetes di Kediri, mendesak perlunya langkah preventif.

Di tengah meningkatnya angka kasus diabetes melitus di Kota Kediri, upaya preventif memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi D3 Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang melaksanakan program pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan pengolahan biji rami atau flaxseed menjadi pangan fungsional. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto dan melibatkan sekitar 50 kader kesehatan lokal, yang dipilih sebagai mitra utama dalam program ini.

Pelatihan ini bertujuan tidak hanya untuk mengedukasi kader kesehatan mengenai diabetes melitus, tetapi juga untuk memfasilitasi mereka dalam mengolah flaxseed, yang dikenal kaya akan nutrisi dan berpotensi signifikan dalam mendukung pencegahan serta pengendalian penyakit diabetes. Biji rami ini dipresentasikan sebagai salah satu alternatif sumber makanan sehat yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa Foxseed dapat membantu mengatur kadar gula dalam darah, sehingga sangat relevan dalam konteks pencegahan diabetes.

Pentingnya pelatihan ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk mengatasi tingginya angka kasus diabetes di Kediri. Merujuk pada data resmi dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, tercatat 12.819 kasus diabetes melitus pada tahun 2024 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 9.882 pada tahun 2025. Trend tersebut menunjukkan bahwa prevalensi diabetes di kawasan ini diprediksi akan mencapai 4,25 persen pada tahun 2026. Melalui pemberdayaan kader kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan risiko diabetes dan mampu melakukan tindakan pencegahan secara mandiri, sehingga dapat menurunkan angka kejadian diabetes di Kota Kediri dan sekitarnya.