Rabu, 24 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Poltekkes Malang Pemberdayakan Masyarakat Blitar Lewat Deteksi Dini Diabetes dan Gaya Hidup Sehat

Poltekkes Malang Pemberdayakan Masyarakat Blitar Lewat Deteksi Dini Diabetes dan Gaya Hidup Sehat

Poltekkes Malang Pemberdayakan Masyarakat Blitar Lewat Deteksi Dini Diabetes dan Gaya Hidup Sehat
Poin Penting:
  • Poltekkes Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendeteksi dini diabetes.
  • Kader kesehatan dilatih untuk melakukan empat pemeriksaan penting terkait diabetes.
  • Pengaturan pola makan dan aktivitas fisik menjadi kunci dalam pengendalian diabetes.

Blitar – Dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, melalui Program Studi D-3 Keperawatan Kampus Blitar, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pencegahan diabetes melitus (DM). Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan yang antusias untuk mempraktikkan cara-cara pencegahan penyakit diabetes melalui kampanye perawatan mandiri dan program CERDIK.

Pada pengabdian masyarakat yang sudah mencapai tahap ketiga ini, para kader dilatih untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko diabetes. Ns Agus Khoirul Anam MKep, dosen dari Poltekkes Kemenkes Malang, menjelaskan pentingnya peran kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam pencegahan penyakit ini. Melalui serangkaian pelatihan, kader diharapkan dapat melakukan empat jenis pemeriksaan mandiri yang esensial dalam mendeteksi diabetes.

Empat pemeriksaan tersebut terdiri dari pengukuran indeks massa tubuh (IMT), pemeriksaan gula darah dengan alat digital, pemeriksaan neuropati, dan pengukuran tekanan darah. Pemeriksaan IMT dilakukan untuk memahami risiko diabetes berdasarkan berat dan tinggi badan, sedangkan pemeriksaan gula darah bertujuan agar kader mampu menggunakan alat ukur dengan benar. Dalam aspek neuropati, kader diajarkan cara mendeteksi gejala awal gangguan saraf yang bisa meningkatkan risiko luka pada kaki bagi penderita diabetes.

Dr Ns Sri Mugianti MKep, salah satu dosen lainnya, menambahkan bahwa pengaturan nutrisi dan aktivitas fisik juga sangat penting dalam pengendalian diabetes. Dia menekankan bahwa pengobatan tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya dukungan pola makan yang seimbang dan rutinitas fisik yang baik. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran kader tentang pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes dan komplikasinya di masyarakat Blitar.