- Irjen Pol Roycke Harry Langie dilantik sebagai Astama Ops Kapolri menggantikan Komjen Pol Muhammad Fadil Imran.
- Brigjen Pol Yudhiawan Wibisono ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
- Irjen Pol Jawari dan Irjen Pol Ruslan Ependi menduduki posisi baru dalam struktur kepolisian.
Mutasi di tubuh Polri yang baru-baru ini terjadi telah membawa pergeseran sejumlah posisi strategis di lingkungan Mabes Polri serta kepolisian daerah. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah penunjukan Irjen Pol Roycke Harry Langie sebagai Asisten Utama Operasi Kapolri (Astama Ops). Sebelumnya, posisi ini dipegang oleh Komjen Pol Muhammad Fadil Imran, yang kini dipromosikan menjadi Pati Mabes Polri sebagai persiapan pensiun. Tentu saja, perubahan ini membawa angin segar bagi kepolisian dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta pelayanan masyarakat.
Roycke Harry Langie sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara, dan kini penunjukannya sebagai Astama Ops membuka peluang baru bagi kepolisian untuk menyesuaikan strategi operasional dalam menjaga keamanan. Bergantilah jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut kepada Brigjen Pol Yudhiawan Wibisono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Ini menunjukkan adanya perputaran yang dinamis di internal kepolisian yang patut dicermati.
Tak hanya itu, rotasi ini juga mencakup jabatan Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) yang kini dijabat oleh Irjen Pol Jawari. Sebelum ditugaskan di posisi ini, Jawari bertugas sebagai Widya Iswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri. Selain itu, jabatan Koordinator Staf Ahli Kapolri (Korsahli) juga mengalami pergantian, kini diemban oleh Irjen Pol Ruslan Ependi. Semua perubahan ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas mereka di seluruh Indonesia, termasuk daerah Blitar yang juga berimplikasi pada keamanan dan kenyamanan masyarakatnya.