- Perseteruan terkait transparansi dana nafkah anak antara Ruben dan Sarwendah kini menjadi sorotan publik.
- Kuasa hukum Ruben menekankan pentingnya perincian penggunaan dana untuk kebutuhan anak.
- Kewajiban sosial dan tanggung jawab orang tua dalam pembiayaan anak harus melibatkan kedua belah pihak.
JAKARTA - Dalam perkembangan terbaru yang menyedot perhatian publik, mantan pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali terlibat dalam perseteruan. Kali ini, isu yang mencuat berkaitan dengan penggunaan dana nafkah anak yang menjadi sorotan. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menekankan pentingnya transparansi dalam perincian penggunaan uang yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka.
Dalam keterangan resmi, pihak Ruben menyatakan bahwa permintaan untuk audit penggunaan dana tidak berarti mereka keberatan memberikan nafkah. Sebaliknya, transparansi dinilai sangat diperlukan agar semua pihak bisa mengetahui secara jelas berapa besar nominal yang dikeluarkan dan bagaimana anggaran tersebut dipergunakan untuk kepentingan anak. Hal ini juga mencerminkan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu dalam pembiayaan kebutuhan anak setelah berpisah.
Minola Sebayang menjelaskan bahwa tanggung jawab terhadap kebutuhan anak bukan sepenuhnya beban satu pihak saja. Infrastruktur keuangan yang baik untuk kebutuhan anak seharusnya melibatkan kedua orang tua, terutama ketika jumlah pengeluaran dapat bervariasi setiap bulannya. Pihak Ruben pun telah mengajukan permintaan untuk rincian kebutuhan, mencakup berbagai tagihan yang disebut berkaitan dengan kebutuhan anak, guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kebutuhan riil yang diperlukan setiap bulan.
Dengan adanya perincian tersebut, pihak Ruben berharap dapat menutup celah untuk terjadinya kesalahpahaman mengenai nominal nafkah yang seharusnya dibayarkan. Melalui langkah ini, mereka juga ingin membantah anggapan yang menyebutkan bahwa Ruben tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah. Situasi ini memperlihatkan betapa pentingnya dialog yang terbuka antara kedua orang tua demi kesejahteraan anak, serta menjadi contoh bagi masyarakat Blitar mengenai tanggung jawab bersama dalam pengasuhan setelah perpisahan.