- Penjualan Yamaha NMAX generasi ketiga menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
- Honda PCX memperkuat posisi di pasar setelah memproduksi secara lokal pada tahun 2018.
- Tantangan bagi Yamaha adalah mempertahankan posisi dominan di segmen matik premium.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar motor matik premium di Indonesia semakin menarik perhatian, tidak terkecuali di kota Blitar yang menjadi salah satu titik cerah industri otomotif. Dua model unggulan, yakni Yamaha NMAX dan Honda PCX, telah berperan penting dalam menyuguhkan pilihan bagi konsumen. Namun, analisis terbaru menunjukkan bahwa penjualan Yamaha NMAX generasi ketiga mengalami penurunan yang signifikan, sementara Honda PCX justru mencatatkan peningkatan yang menggembirakan.
Yamaha NMAX telah menjadi salah satu produk kunci bagi Yamaha di Indonesia, bahkan selama ini dikenal sebagai tulang punggung penjualan mereka di segmen kendaraan roda dua. Dalam catatan penjualan, NMAX generasi pertama berhasil terjual antara 330.000 hingga 380.000 unit pada tahun 2018, diikuti dengan generasi kedua yang mencatat penjualan sekitar 320.000 hingga 340.000 unit pada tahun 2022. Namun, memprihatinkan, penjualan NMAX generasi ketiga pada tahun 2025 diperkirakan hanya mencapai 300.000 hingga 315.000 unit, menandakan adanya tren penurunan yang patut dicermati.
Salah satu penyebab utama pergeseran peta persaingan ini adalah kekuatan Honda PCX yang semakin meningkat. Sejak dihadirkannya produksi lokal PCX pada tahun 2018, harga jualnya menjadi lebih kompetitif dan memicu persaingan langsung dengan NMAX. Dukungan produksi dalam negeri ini memberikan Honda peluang untuk memperluas pangsa pasar, yang dulunya sempat didominasi oleh Yamaha NMAX.
Meskipun NMAX generasi ketiga menawarkan desain dan teknologi terbaru, termasuk varian NMAX Turbo dengan sistem YECVT, tekanan dari Honda PCX tetap tak dapat diabaikan. Dengan situasi pasar yang kian kompetitif, tantangan bagi Yamaha adalah untuk kembali mempertahankan dominasi mereka di segmen matik premium, terlebih di wilayah seperti Blitar yang merupakan salah satu pasar potensial di Indonesia.