- Penyaluran jagung SPHP di Blitar Raya sudah mencapai 30 ribu ton.
- Hanya peternak yang terdaftar yang bisa menebus jagung pakan subsidii.
- Target penyaluran jagung pakan untuk tahun 2026 adalah 89 ribu ton.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilaksanakan di wilayah Blitar Raya, bersama dengan Tulungagung dan Trenggalek, telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan penyaluran jagung pakan mencapai lebih dari 30 ribu ton hingga bulan Agustus 2026. Program ini bertujuan untuk membantu peternak mendapatkan pakan berkualitas dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah tersebut.
Namun, perlu dicatat bahwa akses terhadap jagung pakan yang disubsidi ini tidak bersifat terbuka bagi semua peternak. Hanya mereka yang terdaftar dalam daftar penerima yang telah ditetapkan yang dapat menebus jagung SPHP ini. Dengan menggunakan sistem 'by name by address', peternak yang tidak tercatat dalam data penerima tidak dapat berpartisipasi dalam program ini dan harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak mereka.
Perum Bulog, sebagai pelaksana program tersebut, menargetkan distribusi jagung pakan bersubsidi mencapai total 89 ribu ton selama tahun 2026. Pimpinan Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menekankan bahwa penyaluran jagung pakan ini telah dimulai sejak Mei 2026. Dengan jumlah penyaluran yang sudah melampaui 30 ribu ton hingga saat ini, program ini tengah berusaha untuk lebih memperluas jangkauannya agar seluruh peternak terdaftar bisa menerima manfaat dari inisiatif ini.
Dalam upaya meningkatkan ketersediaan pakan ternak, peternak diharapkan untuk memastikan bahwa mereka mendaftar sebagai penerima program SPHP, agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dan memastikan keberlangsungan usaha peternakan mereka di tengah dinamika harga yang fluktuatif. Dengan demikian, meskipun program ini memberikan peluang, kesadaran dan partisipasi aktif peternak sangatlah penting untuk mengoptimalkan manfaat dari program tersebut.