- SPPG Pakisrejo ditutup sementara akibat insiden keracunan massal yang menimpa 66 orang.
- Investigasi menemukan adanya prosedur pengolahan makanan yang tidak sesuai di dapur SPPG.
- Kepala SPPG dinilai kurang transparan dalam menangani laporan mengenai kualitas makanan.
SPPG Pakisrejo yang berada di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, resmi ditutup sementara mulai Kamis, 30 Juli 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai respons atas insiden keracunan yang dialami oleh 66 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pakisrejo dan Banjarejo. Kejadian ini menjadi perhatian serius setelah laporan tentang gejala mual, muntah, dan diare muncul setelah penerima menikmati menu MBG pada Senin, 27 Juli 2026.
Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG, Eko Sumaryono, mengonfirmasi bahwa laporan awal diterima pada Selasa, 28 Juli 2026, dari perangkat Desa Pakisrejo. Setelah melakukan pemetaan kepada ribuan penerima manfaat, pihaknya menemukan 66 orang yang terpapar keracunan, yang kini sedang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Investigasi lebih lanjut di dapur SPPG mengungkapkan adanya prosedur pengolahan yang tidak memadai yang menyebabkan bahan makanan menjadi basi. Hal ini tentu sangat disayangkan karena berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil. Eko juga menyoroti kurangnya transparansi dari Kepala SPPG, yang dinilai tidak cukup mengindahkan laporan terkait makanan yang tidak layak konsumsi.
Sementara itu, Sebrina Mahardika, selaku Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, belum memberikan tanggapan resmi mengenai langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi pihak-pihak terkait agar melakukan pengawasan lebih ketat dalam penyelenggaraan program serupa di masa mendatang.