Senin, 14 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Kisah Selamatnya Saiful Anwar, Sopir Ekspedisi Asal Blitar dari Kapal Tenggelam KM Virgo Transport 8

Kisah Selamatnya Saiful Anwar, Sopir Ekspedisi Asal Blitar dari Kapal Tenggelam KM Virgo Transport 8

Kisah Selamatnya Saiful Anwar, Sopir Ekspedisi Asal Blitar dari Kapal Tenggelam KM Virgo Transport 8
Poin Penting:
  • Saiful Anwar berhasil diselamatkan setelah kapal KM Virgo Transport 8 tenggelam.
  • Pamannya, Jarot, yang ikut berlayar masih hilang dan keluarganya sangat mengkhawatirkannya.
  • Dukungan komunitas dan pemerintah setempat memberikan semangat bagi Saiful dan keluarganya.

Saiful Anwar, seorang sopir truk ekspedisi berusia 42 tahun dari Dusun Sumber, Desa Slorok, Kecamatan Garum, berhasil selamat dari kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Kalimantan Selatan. Keberhasilan evakuasi Saiful, yang saat ini berada di Banjarmasin, membawa harapan bagi keluarganya meski pihak keluarga masih dihantui kepedihan karena pamannya, Jarot, yang turut berangkat bersamanya, masih belum ditemukan.

Saiful yang bekerja di perusahaan ekspedisi JNT, mengungkapkan pengalaman traumatis saat perjalanan dari Gresik menuju Palangkaraya. Di tengah perjalanan, ia dan pamannya terpaksa berlayar dengan KM Virgo Transport 8 ketika kapal tersebut mengalami kecelakaan. Setelah diselamatkan, Saiful berhasil menghubungi keluarganya, yang mendengar kabar baik mengenai keselamatannya, walaupun mereka belum sepenuhnya lega karena Jarot yang belum diketahui nasibnya.

Kepala Desa Slorok, Bambang Siswoyo, menjelaskan bahwa Saiful ditemukan dalam kondisi sehat meskipun mengalami trauma emosional yang mendalam akibat insiden tersebut. Saat ini, Saiful sedang dirawat oleh warga Dusun Sumber yang juga tinggal di Banjarmasin, hingga ada kepastian mengenai kabar pamannya.

Kabar penyelamatan Saiful disambut syukur oleh masyarakat Blitar, terutama oleh jajaran Muspika Garum yang mengunjungi rumahnya untuk memberikan dukungan moral. Meskipun rumah Saiful tampak sepi karena neneknya yang saat ini tinggal sementara waktu bersama tetangga, rasa dramatis di tengah musibah ini membawa harapan bagi keluarga dan komunitas untuk segera menemukan Jarot.