Senin, 10 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Pentingnya Pendampingan Psikologis bagi Korban Perundungan di Doko: Tanggapan Pemerintah Kabupaten Blitar

Pentingnya Pendampingan Psikologis bagi Korban Perundungan di Doko: Tanggapan Pemerintah Kabupaten Blitar

Pentingnya Pendampingan Psikologis bagi Korban Perundungan di Doko: Tanggapan Pemerintah Kabupaten Blitar
Poin Penting:
  • Korban perundungan di Doko mendapatkan pendampingan psikologis untuk pulihkan trauma.
  • Tim UPT PPA langsung turun untuk melakukan asesmen lokasi kejadian.
  • Pentingnya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menangani perundungan.

Kasus perundungan di Doko, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, telah menarik perhatian serius dari pemerintah setempat, terutama menyusul insiden yang menimpa seorang pelajar berinisial SR. Korban yang mengalami kekerasan fisik dan verbal di hadapan teman-temannya tersebut, kini mendapatkan pendampingan psikologis untuk membantu proses pemulihan trauma yang dialaminya. Kejadian ini menarik perhatian luas karena bukan hanya sebatas ejekan, tetapi sudah masuk ke ranah kekerasan fisik yang tentunya mempengaruhi kesehatan mental korban.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Blitar, Hendry Bagus Dwitanto, menjelaskan bahwa timnya langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen pada hari Jumat (7/8). Pendampingan psikologis ini disiapkan sebagai langkah awal untuk mendukung penguatan mental SR, yang menjadi korban perundungan, agar tidak terperangkap dalam trauma yang berkepanjangan.

Lebih lanjut, Bagus menekankan pentingnya intervensi dini dalam kasus perundungan ini. Dalam pernyataannya, Ia menyatakan, "Tindakan kekerasan selain mengganggu kondisi fisik, juga dapat memberikan dampak yang mendalam secara psikologis bagi anak. Oleh karena itu, kami siap memberikan pendampingan agar korban tidak melakukan tindakan balas dendam atau perilaku negatif lainnya."

Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini juga menjadi refleksi bagi masyarakat Blitar akan pentingnya kesadaran akan dampak perundungan bagi anak-anak. Kerjasama antara berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, dan instansi pemerintah, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para pelajar. Melalui penanganan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang.