Kamis, 30 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Hukum & Kriminal Penjual Jamu di Gandusari Jadi Korban Penipuan Uang Palsu, Polisi Intensif Melakukan Penyelidikan

Penjual Jamu di Gandusari Jadi Korban Penipuan Uang Palsu, Polisi Intensif Melakukan Penyelidikan

Penjual Jamu di Gandusari Jadi Korban Penipuan Uang Palsu, Polisi Intensif Melakukan Penyelidikan
Poin Penting:
  • Seorang penjual jamu di Gandusari jadi korban penipuan uang palsu.
  • Polisi segera lakukan penyelidikan dan kunjungan ke rumah korban.
  • Kejadian ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dalam transaksi tunai.

Sebuah insiden penipuan yang melibatkan seorang penjual jamu lanjut usia di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menjadi sorotan masyarakat setelah rekaman video kejadian tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat bagaimana penjual jamu berinisial K (62) mengalami kerugian akibat menerima uang palsu saat berjualan. Peristiwa ini memunculkan keprihatinan yang mendalam, khususnya bagi para pelaku usaha kecil di Blitar yang rentan menjadi korban modus kejahatan seperti ini.

Menanggapi situasi tersebut, Polsek Gandusari segera melakukan langkah cepat dengan mendatangi lokasi dan melakukan investigasi. Pada Rabu, 29 Juli 2023, Kapolsek Gandusari, AKP Nanang Budiarto, bersama anggota kepolisian dan Bhabinkamtibmas, mengunjungi rumah korban di Desa Ngaringan. Selain mengumpulkan informasi terkait kejadian, kunjungan ini juga bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada korban, memastikan bahwa ia mendapat perhatian yang layak di tengah kondisi yang memprihatinkan.

AKP Nanang Budiarto mengungkapkan bahwa penyelidikan ini telah dilakukan sejak video penipuan itu viral dan menimbulkan banyak pertanyaan di benak masyarakat. Pihak kepolisian tidak hanya mendengarkan keterangan dari K, tetapi juga menggali informasi dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. "Kami berupaya sebisa mungkin untuk mengidentifikasi pelaku dan menyusun kronologi lengkap dari peristiwa ini," ujarnya.

Di sisi lain, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, khususnya para pedagang kecil untuk lebih waspada dalam transaksi tunai. Polisi mengingatkan masyarakat untuk selalu mengenali ciri-ciri uang asli guna meminimalisir risiko penipuan serupa di masa mendatang. Kejadian ini diharapkan memicu kesadaran kolektif di kalangan pedagang dan konsumen di Blitar bahwa tindakan pencegahan adalah langkah pertama dalam melindungi diri dari kejahatan.