Minggu, 13 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Wali Kota Blitar Tinjau SPPG untuk Cegah Keracunan Makanan Pasca MBG

Wali Kota Blitar Tinjau SPPG untuk Cegah Keracunan Makanan Pasca MBG

Wali Kota Blitar Tinjau SPPG untuk Cegah Keracunan Makanan Pasca MBG
Poin Penting:
  • Wali Kota Blitar melakukan sidak untuk mencegah keracunan makanan usai program MBG.
  • Pengelolaan SPPG harus berhati-hati dalam memilih bahan baku untuk menghindari risiko keracunan.
  • Koordinasi yang baik antara SPPG dan sekolah penting agar distribusi makanan tepat waktu dan aman.

Pemerintah Kota Blitar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Syauqul Muhibbin, mengadakan inspeksi mendadak terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah antisipatif dalam mencegah kasus keracunan makanan. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya laporan keracunan massal di beberapa daerah, yang memicu kekhawatiran akan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke masyarakat, khususnya anak-anak di sekolah. Inspeksi ini merupakan bagian dari tugas pemantauan yang diamanatkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Gizi Nasional (BGN) kepada pemerintah daerah.

Wali Kota Syauqul Muhibbin menekankan pentingnya prosedur operasional standar (SOP) dalam pengolahan dan distribusi MBG. Dalam kunjungannya, beliau menekankan kepada pengelola SPPG untuk berhati-hati dalam pemilihan bahan baku, dengan perhatian khusus pada sayur dan buah yang berpotensi mengandung mikroorganisme. "Kualitas bahan makanan harus dijaga. Meski ada risiko kecil, proses higienis sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya koordinasi antara SPPG dengan sekolah untuk memastikan efisiensi dalam distribusi makanan. Ia menjelaskan, ada baiknya menjaga jarak waktu yang singkat antara proses memasak dan waktu penyajian, agar makanan yang dikonsumsi oleh siswa tetap dalam kondisi segar dan aman. Dengan jarak antara dapur dan sekolah yang sudah relatif dekat, diharapkan makanan dapat langsung disantap oleh siswa sesaat setelah tiba.

Hasil inspeksi di dua lokasi SPPG menunjukkan bahwa prosedur pengolahan dan distribusi saat ini sudah berjalan sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Komitmen Pemkot Blitar untuk menyediakan makanan bergizi dan aman bagi masyarakat, khususnya para siswa, terus menjadi prioritas dalam melaksanakan program ini.