- Ada peningkatan kasus gagal ginjal pada pasien berusia muda di Blitar.
- Penyebab utama adalah hipertensi dan diabetes, yang dapat dicegah dengan pola hidup sehat.
- Pentingnya kesadaran masyarakat tentang risiko tinggi konsumsi gula dan gaya hidup tidak sehat.
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar mencatat adanya tren mengkhawatirkan terkait meningkatnya kasus gagal ginjal pada pasien berusia muda, khususnya antara 20 hingga 30 tahun. Saat ini, terdapat 4 hingga 5 pasien muda yang rutin menjalani pengobatan cuci darah atau hemodialisa. Meski umumnya, penyakit ini cenderung menyerang individu berusia di atas 40 tahun, situasi ini menjadi sorotan bagi masyarakat untuk lebih memahami faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kesehatan ginjal.
Dokter Andik Setiawan, yang bertugas di ruang hemodialisa RSUD Mardi Waluyo, menjelaskan bahwa penyebab utama dari gagal ginjal pada pasien muda didominasi oleh dua penyakit kronis, yakni hipertensi dan diabetes. Kondisi ini dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini, termasuk menghindari konsumsi gula berlebih dan menjaga pola makan yang seimbang.
Lebih jauh, Andik mengungkapkan bahwa pola makan yang tinggi gula, serta konsumsi garam, santan, dan kopi berkafein yang berlebihan, ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan begadang, dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memicu kerusakan pada ginjal dan mengharuskan pasien untuk menjalani pengobatan cuci darah.
Ia juga menambahkan bahwa ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis, pasien memerlukan terapi hemodialisa untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring racun serta membuang kelebihan cairan dari dalam tubuh. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Blitar untuk lebih memperhatikan kesehatan mereka dan melakukan pencegahan sejak dini agar kasus seperti ini tidak terus meningkat.