Selasa, 30 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Pembukaan PPG Transformasi Plus Kemenag: Prioritas Peserta dan Informasi Penting bagi Guru di Blitar

Pembukaan PPG Transformasi Plus Kemenag: Prioritas Peserta dan Informasi Penting bagi Guru di Blitar

Pembukaan PPG Transformasi Plus Kemenag: Prioritas Peserta dan Informasi Penting bagi Guru di Blitar
Poin Penting:
  • PPG Transformasi Plus Kemenag bertujuan untuk mempercepat sertifikasi ratusan ribu guru.
  • Biaya program ditanggung oleh pemerintah, tidak ada pungutan.
  • Prioritas peserta ditetapkan berdasarkan data klaster, dengan fokus pada guru yang telah lulus pretest.

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformasi Plus yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) akan segera dilaksanakan, menawarkan solusi signifikan bagi ratusan ribu guru di tanah air yang masih menunggu kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi. Ketua Panitia Nasional PPG Transformasi Plus, Thib Al-Ashhar, menyampaikan bahwa semua persiapan teknis telah diselesaikan, mencakup sistem, peserta, serta institusi pendidikan yang terlibat dalam program ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat sertifikasi sekitar 600 ribu guru dalam dua tahun ke depan, serta melengkapi proses dengan pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) yang lebih efisien.

Thib juga menegaskan bahwa seluruh biaya yang terkait dengan program ini akan ditanggung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga guru tidak perlu merasa cemas mengenai biaya pendaftaran. Guru diingatkan untuk tidak terjebak dalam penawaran yang meminta imbalan uang untuk kelulusan, dan setiap pelanggaran harus segera dilaporkan ke pihak berwenang. Hal ini menekankan transparansi dan integritas dalam pelaksanaan program PPG ini.

Berdasarkan data yang telah dianalisis, tidak semua guru akan diundang secara acak. Prioritas diberikan kepada guru-guru yang telah mengikuti pretest PPG dan dinyatakan lulus, namun masih menunggu antrean untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut. Terutama bagi guru madrasah, jumlah antrean saat ini tercatat sekitar 94 ribu orang. Dengan demikian, program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Blitar dan meningkatkan kualitas pengajaran di masa mendatang.