Minggu, 09 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Wisata & Kuliner Natasya Sharla Kirana: Dorong Pariwisata Inklusif Melalui Program POJOK Berdaya di Kota Blitar

Natasya Sharla Kirana: Dorong Pariwisata Inklusif Melalui Program POJOK Berdaya di Kota Blitar

Natasya Sharla Kirana: Dorong Pariwisata Inklusif Melalui Program POJOK Berdaya di Kota Blitar
Poin Penting:
  • Natasya Sharla Kirana berkomitmen mengembangkan pariwisata yang memberdayakan masyarakat lokal.
  • Program POJOK Berdaya dibangun untuk memfasilitasi kolaborasi antara UMKM dan komunitas lokal.
  • Program Wisata Peduli Inklusi (WPI) akan memberikan pelatihan bahasa isyarat untuk meningkatkan aksesibilitas wisata.

Natasya Sharla Kirana, finalis Raki Jawa Timur 2026 asal Kota Blitar, berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal. Menyadari potensi besar pariwisata sebagai sarana kolaborasi antar generasi muda, Natasya merintis sebuah platform bernama TemuBerdaya Indonesia. Dalam wadah ini, anak muda dapat terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat setempat.

Salah satu inisiatif unggulan Natasya adalah program POJOK Berdaya yang berlokasi di Monumen PETA, salah satu destinasi bersejarah di Kota Blitar. Program ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas lokal, serta pelaku ekonomi kreatif, agar kawasan wisata dapat berkembang secara sosial dan ekonomi.

"Pengembangan kawasan wisata tidak hanya dibutuhkan pembangunan fisik. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kawasan wisata memberikan manfaat nyata kepada masyarakat di sekitarnya, baik dari segi ekonomi maupun sosial," ungkap Natasya, yang merupakan warga Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan. Dengan adanya POJOK Berdaya, diharapkan kawasan wisata di Blitar akan semakin hidup dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Selain itu, Natasya juga memperkenalkan program Wisata Peduli Inklusi (WPI) yang berkolaborasi dengan komunitas Aksara Tangan. Melalui program ini, pelaku wisata dan UMKM diharapkan mendapatkan pelatihan bahasa isyarat dasar untuk meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan dengan kebutuhan spesifik. Menurutnya, pelatihan bahasa isyarat ini sangat penting untuk membangun ekosistem pariwisata Blitar yang lebih inklusif, terutama di tengah masih minimnya pelatihan semacam ini di daerah Bumi Bung Karno. Dengan langkah ini, diharapkan pelayanan kepada wisatawan akan lebih baik dan menyeluruh.