- Penguatan nilai tukar rupiah mendukung harga smartphone premium yang lebih kompetitif.
- Vivo X300 Pro menawarkan kualitas kamera dan performa tinggi, tetapi memiliki ukuran yang besar.
- Xiaomi 17 menjadi pilihan ringkas dengan performa tangguh untuk kebutuhan sehari-hari.
BLITAR - Sebagai pengguna teknologi, memperbarui perangkat smartphone menjadi hal yang penting untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Menyusul penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga smartphone premium kini lebih kompetitif, menjadikan momen ini ideal bagi masyarakat Blitar yang berencana mengganti ponsel. Rekomendasi smartphone flagship terbaik tahun 2026 untuk kelas harga Rp15 juta hingga Rp30 jutaan patut dicermati, meskipun pilihan di segmen ini tidak sebanyak di kelas entry-level dan mid-range.
Salah satu perangkat unggulan yang direkomendasikan adalah Vivo X300 Pro. Smartphone ini dikenal dengan keunggulan pada sektor kamera, dilengkapi dengan kamera utama 50 MP, lensa telefoto Zeiss 200 MP, serta kamera ultrawide 50 MP. Ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan foto dengan detail tajam, bahkan saat mengambil gambar dari jarak jauh. Bukan hanya kualitas kamera, Vivo X300 Pro juga menawarkan layar LTPO AMOLED 120 Hz beresolusi 2,8K, serta performa yang kuat dari chipset MediaTek Dimensity 9500, RAM 16 GB, dan penyimpanan UFS 4.1 kapasitas 512 GB.
Baterai berkapasitas 6.150 mAh menjadi nilai tambah bagi Vivo X300 Pro dengan dukungan pengisian cepat 90 watt serta pengisian nirkabel. Namun, pengguna perlu mempertimbangkan ukuran bodi yang cukup besar dan bobot sekitar 226 gram sebagai kekurangan perangkat ini.
Alternatif flagship berukuran lebih ringkas adalah Xiaomi 17, yang hadir dengan layar CrystalRes OLED 6,3 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Ketangguhannya didukung oleh prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dikombinasikan dengan RAM 12 GB serta penyimpanan UFS 4.1 berkapasitas 512 GB. Dengan performa yang mumpuni dan desain ringkas, Xiaomi 17 dapat menjadi pilihan yang menarik bagi pengguna yang memprioritaskan portabilitas tanpa mengorbankan daya pecut perangkat.