Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Pameran Bonsai Mewah Rp35 Juta di Lapangan Banteng Menyita Perhatian Pengunjung

Pameran Bonsai Mewah Rp35 Juta di Lapangan Banteng Menyita Perhatian Pengunjung

Pameran Bonsai Mewah Rp35 Juta di Lapangan Banteng Menyita Perhatian Pengunjung
Poin Penting:
  • Pameran berlangsung hingga 28 September dan menawarkan akses gratis untuk pengunjung.
  • Bonsai dengan harga tinggi, mencapai Rp35 juta, menjadi pemandangan menarik di pameran.
  • Pedagang bonsai menekankan pentingnya bentuk dan keunikan sebagai faktor penentu harga.

Pameran flora dan fauna yang diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, telah menjadi daya tarik bagi masyarakat, termasuk warga Blitar yang melakukan kunjungan. Acara yang berlangsung hingga 28 September ini tidak hanya menawarkan pemandangan beragam tanaman dan hewan, tetapi juga menyajikan pengalaman unik bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam tanpa dipungut biaya.

Salah satu pameran yang paling mencuri perhatian adalah koleksi tanaman bonsai yang dijual dengan harga mencapai Rp35 juta. Menurut seorang pedagang bonsai yang berpartisipasi dalam acara tersebut, harga tanaman yang ditawarkan bervariasi tergantung pada jenis dan bentuk bonsai. Beberapa di antaranya, seperti jenis kimeng yang merupakan ficus, memiliki nilai estetika yang tinggi dan tampilan yang unik, menjadikannya favorit di kalangan pencinta tanaman.

Pedagang bonsai tersebut menjelaskan bahwa setiap bonsai memiliki karakteristik khusus yang mempengaruhi harga. Semakin unik maupun tua tampilan dari pohon bonsai, semakin tinggi pula harganya. Hal ini menunjukkan bahwa bagi kolektor, bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga nilai seni dan pengalaman yang terlibat dalam perawatannya yang menjadikan bonsai sebagai investasi.

Melalui pameran ini, tidak hanya para pengunjung yang dapat menikmati keindahan flora dan fauna, tetapi juga para pedagang tanaman mendapatkan kesempatan untuk memasarkan koleksi mereka. Kegiatan ini menciptakan interaksi langsung antara penjual dan pembeli, serta berpotensi memberikan dampak positif bagi perkembangan pasar tanaman di daerah, termasuk Blitar.