Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Muktamar NU ke-35: Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Pemilihan Ulama

Muktamar NU ke-35: Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Pemilihan Ulama

Muktamar NU ke-35: Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Pemilihan Ulama
Poin Penting:
  • Kiai Ma’ruf Amin mengingatkan pentingnya integritas dalam pemilihan kiai pada Muktamar NU.
  • Isu 'menjual restu' dengan membawa nama pemerintah menjadi perhatian di kalangan ulama.
  • Peran Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) sangat penting dalam pemilihan Rais Aam NU.

JOMBANG - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan datang menarik perhatian Kiai Ma’ruf Amin, terutama terkait beberapa isu yang muncul menjelang forum penting ini. Dalam satu wawancara, Kiai Ma’ruf menyampaikan kecemasan tentang praktik politik transaksional yang berpotensi mewarnai proses pemilihan dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

Salah satu isu yang paling menjadi sorotan adalah adanya upaya untuk 'menjual restu' dengan melibatkan nama pemerintah. Kiai Ma’ruf, yang juga merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia, mengungkapkan keprihatinan para kiai sepuh terhadap perilaku-perilaku yang dianggap bertentangan dengan akhlak ulama, serta cara-cara yang selama ini menjadi pedoman dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

“Kegaduhan yang muncul ditandai dengan adanya transaksi-transaksi dalam pemilihan Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa),” katanya. Ahwa memiliki peranan krusial dalam Muktamar NU, terutama dalam proses pemilihan Rais Aam yang merupakan jabatan tertinggi di dalam struktur kepemimpinan NU.

Kiai Ma’ruf Amin menekankan bahwa para anggota Ahwa perlu memiliki kapasitas keilmuan dan integritas yang tinggi. Mereka diharapkan mampu memahami karakteristik kiai yang layak dipilih dan dapat mengambil keputusan secara mandiri, tanpa terpengaruh oleh bujukan atau kepentingan tertentu. Hal ini menjadi penekanan penting, terutama dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang telah dibangun oleh NU selama ini.