- Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa menjadi momentum untuk evaluasi penegakan hukum.
- PMII Blitar menyerukan penegakan hukum yang objektif tanpa tebang pilih.
- Korupsi menjadi isu serius yang mempengaruhi pembangunan di Blitar.
Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2026, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menyuarakan pentingnya penegakan hukum yang adil dan independen. Acara tahunan ini tidak seharusnya hanya menjadi seremonial, tetapi hendaknya menjadi momen refleksi dan evaluasi terhadap kinerja aparat penegak hukum di daerah.
Ketua PMII Komisariat UNU Blitar, Ahmad Kafiy, menekankan bahwa profesionalisme dalam penegakan hukum merupakan kunci untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Ia menggarisbawahi bahwa penting bagi masyarakat untuk melihat keadilan ditegakkan tanpa pilih kasih, di mana setiap perkara ditangani secara objektif meskipun melibatkan individu dengan status sosial yang berbeda.
Dengan semangat Hari Bhakti Adhyaksa ini, Ahmad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengingatkan pentingnya keadilan yang konsisten, yang tidak hanya menjaga integritas lembaga, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Dia berpendapat bahwa independensi aparat penegak hukum adalah syarat mutlak untuk menciptakan sistem peradilan yang berkeadilan, terutama dalam menghadapi kasus korupsi.
Korupsi, yang merupakan salah satu masalah mendesak di Indonesia, masih menjadi ancaman serius bagi pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, PMII Blitar berharap agar penegakan hukum tidak terkesan tebang pilih, terutama dalam kasus-kasus yang berimplikasi luas terhadap kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan langkah penting untuk menciptakan sinergi positif antara masyarakat dan lembaga penegak hukum.