- Menteri ESDM mengungkapkan defisit pasokan batu bara sebesar 20 juta metrik ton untuk PLN.
- PLN membutuhkan pasokan batu bara berkualitas untuk memastikan kelangsungan operasional pembangkit listrik.
<p>Blitar, SuaraBlitar - Di tengah keluhan masyarakat mengenai gangguan pasokan listrik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan fakta bahwa PT PLN (Persero) mengalami defisit kontrak pasokan batu bara sebanyak 20 juta metrik ton.</p> <p>Informasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR pada Senin, 15 Juni 2023, yang memicu kekhawatiran tentang ketahanan pasokan listrik nasional di masa mendatang. Bahlil menjelaskan bahwa PLN membutuhkan total pasokan batu bara sebesar 154 juta metrik ton per tahun untuk mengoperasikan pembangkit listriknya.</p> <p>Pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang untuk memasok sekitar 190 juta ton batu bara, dari mana 150-160 juta ton telah dikonfirmasi. Namun, yang terikat dalam kontrak resmi baru mencapai 134 juta ton. Ini mengakibatkan kekurangan sekitar 20 juta metrik ton yang belum memiliki kontrak pengadaan.</p> <p>Tantangan lain yang dihadapi oleh PLN adalah kebutuhan akan batu bara berkalori medium yang berkualitas lebih baik untuk mesin pembangkit, di mana ketersediaan jenis ini di pasaran semakin berkurang. Bahlil berharap masalah pasokan batu bara ini dapat segera teratasi untuk mencegah pemadaman bergilir yang sering terjadi belakangan ini.</p>