Kamis, 06 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Menyelami Sejarah Tulungagung: Dari Prasejarah Hingga Kejayaan Pertanian

Menyelami Sejarah Tulungagung: Dari Prasejarah Hingga Kejayaan Pertanian

Menyelami Sejarah Tulungagung: Dari Prasejarah Hingga Kejayaan Pertanian
Poin Penting:
  • Tulungagung memiliki sejarah peradaban yang kaya dengan bukti kehidupan prasejarah.
  • Wilayah ini berkembang di bawah pengaruh budaya Hindu-Buddha dan kerajaan-kerajaan besar Jawa Timur.
  • Prasasti Lawadan mencerminkan awal sistem pemerintahan dan kesuburan tanah pertanian di Tulungagung.

Tulungagung, sebuah wilayah yang terletak di selatan Jawa Timur, menyimpan kisah panjang yang mencerminkan perjalanan peradaban manusia selama ribuan tahun. Sejak masa prasejarah, Tulungagung telah menjadi tempat yang kaya akan jejak kehidupan manusia purba, terbukti dari penemuan arkeologis di gua-gua seperti Song Gentong, Song Terus, dan Song Banyu Urip. Di sini, para ilmuwan menemukan alat-alat batu dan sisa-sisa hewan, yang memberikan gambaran tentang kehidupan manusia purba yang berburu dan meramu.

Memasuki era Neolitikum dan Megalitikum, wilayah ini memperlihatkan peninggalan yang menegaskan bahwa masyarakat lokal telah mengembangkan praktik penguburan dan penghormatan terhadap roh leluhur. Temuan menhir, dolmen, dan sarkofagus di daerah Campurdarat dan Kalidawir mencerminkan kepercayaan dan budaya yang berkembang di kalangan masyarakat zaman itu.

Ketika abad ke-8 hingga ke-10 Masehi tiba, Tulungagung mulai merasakan dampak dari kerajaan-kerajaan Hindu yang menguasai Jawa Timur, dimulai dari Kerajaan Kanjuruhan dan terus berlanjut saat pemerintahan Mpu Sindok di Kerajaan Medang. Lokasinya di sepanjang aliran Sungai Brantas menjadikan Tulungagung sebagai kawasan agraris yang vital, di mana sistem irigasi dan pertanian yang maju mulai dikembangkan. Tempat ini menjadi pusat dari penyebaran budaya Hindu-Buddha yang memperkaya warisan budaya lokal.

Salah satu tanda penting dari masa lalu Tulungagung adalah Prasasti Lawadan di Boyolangu, yang menunjukkan bahwa sejak masa awal Kerajaan Medang, wilayah ini telah memiliki sistem pemerintahan dan status tanah perdikan. Di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri, Tulungagung semakin dikenal sebagai daerah yang subur dan produktif, memenuhi kebutuhan pangan kerajaan berkat kesuburan tanahnya yang didukung oleh aliran Sungai Brantas. Jejak sejarah Tulungagung bukan hanya merefleksikan peradaban masa lalu, tetapi juga menjadi bagian integral dari identitas dan budaya masyarakat Blitar hingga saat ini.