Selasa, 14 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Meningkatnya Peluang Usaha Budidaya Ikan Cupang Hias di Blitar dengan Modal Terjangkau

Meningkatnya Peluang Usaha Budidaya Ikan Cupang Hias di Blitar dengan Modal Terjangkau

Meningkatnya Peluang Usaha Budidaya Ikan Cupang Hias di Blitar dengan Modal Terjangkau
Poin Penting:
  • Budidaya ikan cupang hias plakat menawarkan peluang usaha dengan modal minim.
  • Metode pemeliharaan yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan rumit membuatnya cocok untuk pemula.
  • Dengan teknik pemeliharaan yang tepat, satu indukan betina dapat terjual hingga Rp 20 juta.

Di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis, budidaya ikan cupang hias, khususnya jenis plakat, telah menjadi salah satu peluang bisnis rumahan yang menjanjikan di Blitar. Dengan modal awal yang relatif minim dan metode pemeliharaan yang sederhana, banyak masyarakat mulai melirik komoditas ini sebagai sumber penghasilan tambahan. Kelebihan dari menjaga ikan cupang adalah tidak memerlukan peralatan rumit, sehingga memungkinkan siapa saja untuk terjun dan mencoba peruntungan tanpa harus bekal keahlian khusus.

Keberhasilan dalam budidaya ikan cupang sangat ditentukan oleh teknik pemeliharaan yang tepat dimulai dari fase persiapan indukan hingga proses pembesaran. Dalam kondisi yang ideal, sepasang ikan cupang hias ini dapat menghasilkan keturunan berkualitas tinggi yang bernilai hingga jutaan rupiah. Pasar bahkan mencatat bahwa seekor indukan betina plakat unggulan berkarakter khusus dapat dijual hingga Rp 20 juta, menjadikannya sebagai investasi yang menguntungkan.

Bagi warga Blitar yang ingin mencoba budidaya ini, langkah awal yang penting adalah menyiapkan wadah yang sesuai dan memberikan pakan berkualitas untuk indukan. Sebuah ember bekas es krim dengan kapasitas minimum 8 liter bisa menjadi pilihan wadah penampungan yang efektif, membantu mempercepat pertumbuhan ikan. Selain itu, pemberian pakan alami seperti jentik nyamuk secara rutin sangat penting untuk memastikan indukan betina dapat memproduksi telur yang berkualitas.

Setelah proses pemijahan berhasil dan telur menetas, penanganan anak ikan yang baru lahir, atau disebut burayak, perlu dilakukan dengan hati-hati. Pada usia lima hari, burayak dapat dipindahkan ke kolam atau wadah pembesaran luar ruangan. Mengingat kemampuan bertahan mereka yang masih rentan, proses pemindahan harus dilakukan secara lembut, dengan indukan jantan tetap berada di wadah sampai burayak berusia dua minggu. Dengan semua langkah ini, diharapkan budidaya ikan cupang hias di Blitar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.