Selasa, 04 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Mengungkap Jejak Sejarah: Asal Usul Nama Blitar Berbasis Kajian Ilmiah

Mengungkap Jejak Sejarah: Asal Usul Nama Blitar Berbasis Kajian Ilmiah

Mengungkap Jejak Sejarah: Asal Usul Nama Blitar Berbasis Kajian Ilmiah
Poin Penting:
  • Asal usul nama Blitar bukan berasal dari Prasasti Balitar I, melainkan dari Kakawin Nagarakretagama.
  • Pentingnya merujuk pada sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan ilmiah dalam penelitian toponim.
  • Prasasti Balitar I menjadi misteri dan tidak diketahui keberadaannya saat ini.

BLITAR – Seiring dengan mendekatnya peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar, perhatian masyarakat terhadap asal usul nama daerah ini semakin meningkat. Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa nama 'Blitar' berasal dari Prasasti Balitar I. Namun, penelitian terbaru mengungkap fakta yang cukup mengejutkan, di mana sumber toponim tersebut seharusnya dirujuk dari Kakawin Nagarakretagama.

Fransiskus Asisi Maria Beniyoga Puntoadhi, seorang mahasiswa semester V Program Studi S1 Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan bahwa penelusuran asal usul nama Blitar harus dilakukan dengan menggunakan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dia menekankan pentingnya menggunakan prasasti, naskah kuno, dan tinggalan arkeologi sebagai acuan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa nama sebuah tempat merupakan elemen penting dari identitas budaya yang terbentuk melalui rentang sejarah yang panjang. Oleh karena itu, riset mengenai toponim tidak bisa hanya mengandalkan narasi lisan atau cerita turun-temurun, tetapi perlu merujuk kepada sumber primer yang autentik.

Fransiskus juga menambahkan bahwa Prasasti Balitar I memang menjadi dasar untuk penetapan Hari Jadi Kabupaten Blitar, namun sayangnya, keberadaan prasasti tersebut kini menjadi misteri. Dalam catatan R.D.M. Verbeek pada tahun 1891, prasasti tersebut berasal dari kawasan Candi Pertapan di Gunung Pegat, tetapi kini sudah tidak diketahui lokasinya setelah sempat dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Blitar.